Penampakan Sungai Cipamingkis Mengering, Warga Teriak Kesulitan Air

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Kemarau memicu krisis air di Cibarusah dan DAS Cipamingkis, Bekasi. Warga kesulitan memenuhi kebutuhan peternakan, pertanian & rumah tangga.

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau nan berjalan lebih dari tiga bulan membikin wilayah Cibarusah dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipamingkis, Kabupaten Bekasi, dilanda krisis air. Kondisi tersebut menyulitkan penduduk memenuhi kebutuhan sehari-hari, termasuk untuk peternakan dan pertanian. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Dikutip dari Detikcom, kondisi kekeringan juga terlihat di sepanjang aliran Sungai Cipamingkis. Debit air terus menyusut hingga waduk nan sebelumnya dialiri air deras sekarang hanya menyisakan kubangan dangkal. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kubangan tersebut tetap dimanfaatkan penduduk untuk beragam kebutuhan, mulai dari mandi, mencuci busana hingga membersihkan kendaraan. Namun, menyusutnya debit sungai membikin akses terhadap air bersih semakin terbatas. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi kekeringan turut diperparah oleh sistem irigasi nan belum melangkah maksimal. Selain itu, perubahan penggunaan lahan di area hulu DAS Cipamingkis ikut memengaruhi kesiapan air. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kawasan rimba di hulu sungai telah berubah menjadi ladang, permukiman hingga perumahan. Perubahan tersebut menyebabkan sumber-sumber mata air menyusut ketika musim kemarau. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Alih kegunaan lahan juga berakibat pada keahlian tanah dalam menyerap dan menyimpan air. Ketika hujan turun, berkurangnya area resapan membikin air lebih susah tersimpan untuk menjadi persediaan saat musim kemarau. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah pemulihan ekosistem di area hulu DAS Cipamingkis. Perbaikan area resapan dan perlindungan sumber mata air menjadi bagian krusial untuk menjaga kesiapan air bagi masyarakat. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Kemarau panjang membikin penduduk Cibarusah kesulitan mendapatkan air. Debit Sungai Cipamingkis terus menipis, sementara penduduk kudu berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain pemulihan lingkungan, solusi pengelolaan air dan perbaikan sistem irigasi juga mendesak dilakukan. Upaya tersebut diperlukan agar penduduk Cibarusah tidak terus menghadapi kesulitan air setiap kali musim tandus berjalan panjang. (Dok. Detikcom/Ari Saputra)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News