Pekerja di Jakarta tetap beraktivitas memakai masker di tengah paparan abu Anak Krakatau. Kemnaker kaji opsi WFH bagi pekerja swasta.
Pekerja swasta terlihat mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan di trotoar area Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan penduduk Jakarta agar tetap memakai masker saat berada di luar ruangan. Sebab, meski konsentrasinya mulai menurun, debu vulkanik sisa erupsi Gunung Anak Krakatau membaur dengan polusi perkotaan di Jakarta. Ditambah lagi, saat ini Indonesia tetap berada di puncak musim tandus nan kering. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai membahas skema Work From Home (WFH) bagi pekerja swasta menyusul paparan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau nan berakibat hingga sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengatakan pihaknya tetap memantau sejauh mana akibat paparan abu vulkanik terhadap masyarakat dan pekerja. Terkait kemungkinan imbauan kepada perusahaan swasta untuk menerapkan WFH, Afriansyah menyebut opsi tersebut tetap terbuka, namun Kemnaker tetap menunggu perkembangan kondisi dan pengarahan lebih lanjut. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Para pekerja tersebut tetap beraktivitas di luar ruangan dengan mengenakan masker sebagai upaya mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau nan mencapai wilayah Jakarta. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Tim pengamatan gunung api Badan Geologi Kementerian ESDM melaporkan, Gunung Anak Krakatau kembali erupsi pada Selasa siang ini, 8 September 2026. Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau tetap di level III alias Siaga. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Telah terjadi erupsi G. Anak Krakatau, Lampung pada tanggal 08 September 2026 pukul 11:34 WIB namun tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 50 mm dan lama ± 17 detik," demikian mengutip laporan tim pengamatan gunung api Badan Geologi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
"Saat ini G. Anak Krakatau berada pada Status Level III Siaga. Dengan rekomendasi, masyarakat/ pengunjung/ wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau alias beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif," tegas Badan Geologi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·