Pemukim Israel Bakar Kendaraan dan Masjid di Tepi Barat

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Pemukim Israel Bakar Kendaraan dan Masjid di Tepi Barat Pemukim Israel membakar kendaraan di Tepi Barat Palestina.(MEE)

KETEGANGAN di wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, kembali memuncak setelah golongan pemukim Israel dilaporkan membakar sejumlah kendaraan dan mencoba membakar masjid pada Minggu (14/6) waktu setempat. Aksi kekerasan ini memicu pengerahan pasukan militer Israel untuk meredam peristiwa nan mereka sebut sebagai kerusuhan oleh penduduk sipil Israel.

Berdasarkan laporan instansi buletin resmi Palestina, Wafa, serangan tersebut terjadi di dua letak berbeda pada Minggu malam. Di desa Burqa, sebelah timur Ramallah, sekelompok pemukim membakar mobil, mendobrak pintu masjid, dan menyulut api di pintu masuk sebelum akhirnya melarikan diri.

Saksi mata mengatakan kepada AFP bahwa penduduk setempat sukses memadamkan api sebelum merambat ke seluruh gedung masjid. Sementara itu, dalam kejadian terpisah di desa tetangga, Deir Dibwan, para pemukim dilaporkan membakar dua kendaraan milik penduduk Palestina.

Respons Militer Israel

Militer Israel mengonfirmasi telah mengirimkan pasukan ke beberapa letak di Tepi Barat menyusul laporan pembakaran dan kerusuhan tersebut.

"Beberapa waktu lalu, pasukan keamanan dikerahkan ke beberapa letak di wilayah tanggung jawab Brigade Binyamin menyusul laporan pembakaran dan kerusuhan disertai kekerasan nan dilakukan oleh penduduk sipil Israel," ungkap militer dalam suatu pernyataan resmi.

Pihak militer menambahkan bahwa pasukan sedang beraksi untuk membubarkan kerusuhan, memadamkan api, dan mencegah gesekan lebih lanjut. "Pasukan keamanan mengecam keras semua tindakan kekerasan dan bakal terus beraksi untuk menjaga norma dan ketertiban di Yudea dan Samaria," lanjut pernyataan tersebut, menggunakan istilah alkitabiah untuk wilayah Tepi Barat.

Rekor Kekerasan Pemukim

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan bahwa kekerasan pemukim di Tepi Barat mencapai tingkat rekor. PBB mencatat rata-rata terjadi enam serangan setiap hari nan menyebabkan jatuhnya korban jiwa alias kerusakan properti.

Data PBB menunjukkan lebih dari 2.200 penduduk Palestina mengungsi tahun ini akibat kekerasan pemukim alias pembatasan akses. Selain itu, ratusan orang lain kehilangan tempat tinggal akibat pembongkaran rumah oleh otoritas Israel.

Saat ini, lebih dari 500.000 penduduk Israel tinggal di permukiman Tepi Barat--tidak termasuk Yerusalem Timur nan dianeksasi--yang dianggap terlarangan oleh PBB berasas norma internasional. Di wilayah nan sama, terdapat sekitar tiga juta penduduk Palestina nan tinggal di bawah pendudukan Israel sejak 1967. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia