, MAKASSAR, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) meluncurkan Gerakan One Marketplace (GOM) untuk mengoptimalkan dan memperluas pemanfaatan platform shopping digital Bajubodo (Belanja Langsung Barang melalui Order Online) ke seluruh 24 kabupaten/kota di wilayahnya. Inisiatif ini bermaksud memperkuat ekosistem pasar digital wilayah sekaligus mendorong akses pasar bagi UMKM lokal.
Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Provinsi Sulsel, Irawan Dermayasamin Ibrahim, menjelaskan bahwa platform Bajubodo telah diinisiasi sejak 2022 dan mulai efektif digunakan pada 2023. Hingga kini, sebanyak 30.777 produk telah tayang dari 1.046 penyedia, nan sebagian besar merupakan UMKM lokal berdomisili di Kota Makassar.
Kondisi tersebut menjadi dasar pengembangan pemanfaatan Bajubodo agar dapat menjangkau pelaku upaya dan pemerintah wilayah di tingkat kabupaten/kota. "Jadi kita mengembangkan, gimana tidak hanya pada level provinsi, tapi juga digunakan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Gerakan berbareng untuk optimasi pemanfaatan e-marketplace Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan alias kami singkat Gerakan One Marketplace Sulsel," ujar Irawan.
Perluas Akses Pasar UMKM dan Tingkatkan Transaksi Daerah
Melalui GOM Sulsel, pemanfaatan Bajubodo diharapkan dapat menjadi salah satu pengganti shopping digital bagi perangkat wilayah di kabupaten/kota sekaligus memperluas akses pasar bagi UMKM dan produk lokal di Sulawesi Selatan. Nilai transaksi melalui Bajubodo pada 2025 tercatat mencapai Rp45,61 miliar, sebuah potensi nan diyakini dapat terus ditingkatkan melalui kerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota.
"Melalui aktivitas One Marketplace Sulsel, diharapkan kerjasama dan sinergi berbareng untuk mengoptimalkan platform e-marketplace Bajubodo," kata Irawan menegaskan. Selain memperluas pemanfaatan platform, pengembangan ini juga diarahkan untuk menggali potensi peningkatan pendapatan wilayah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Target Jangka Pendek hingga Panjang
Dalam jangka pendek, proyek perubahan ini menargetkan tersusunnya skema pengembangan kegunaan e-marketplace Pemprov Sulsel serta pemanfaatannya di satu kabupaten dan satu kota. Untuk jangka menengah, pemanfaatan Bajubodo ditargetkan berkembang sebagai wadah pemasaran produk lokal, termasuk produk UMKM, dengan jangkauan 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.
Adapun dalam jangka panjang, Gerakan One Marketplace Sulsel diarahkan untuk membangun ekosistem pasar digital nan menghubungkan pemerintah wilayah dan UMKM lokal di seluruh Sulawesi Selatan, sekaligus mendukung optimasi potensi pendapatan daerah.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·