Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menandatangani perjanjian percepatan pembangunan TPPAS Legok Nangka(DOK/PEMPROV JABAR)
PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat dan PT Jabar Environmental Solutions (JES) melakukan Penandatanganan Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kerja Sama Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) di Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.
Langkah strategis ini menandai babak baru sekaligus memperkuat komitmen kedua belah pihak dalam mempercepat realisasi prasarana pengelolaan sampah berbasis teknologi modern dan ramah lingkungan di Jabar
Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jabar selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dan Kenichi Ishikawa selaku Direktur PT JES di Kabupaten Indramayu.
Pada agenda ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) dan PT JES serta diikuti dengan penyerahan Perjanjian Regres dari Pemprov Jabar ke PT PII.
Perubahan dan Pernyataan Kembali PKS ini dilakukan untuk mengakomodasi sejumlah penyesuaian teknis, finansial, dan izin terkini guna memastikan proyek melangkah lebih akuntabel, efisien, dan berkelanjutan.
TPPAS Regional Legok Nangka diproyeksikan bisa mengolah sampah dari wilayah metropolitan Bandung Raya, ialah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang. Kapasitas olahnya mencapai 2.131 ton per hari menggunakan teknologi Waste to Energy (WtE) alias pengolahan sampah menjadi daya listrik (PSEL).
Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa keberadaan TPPASR Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung pengelolaan sampah regional.
"TPPAS Regional Legok Nangka bakal mengurangi ketergantungan terhadap akomodasi pembuangan akhir nan telah mengalami keterbatasan kapasitas," terangnya.
Menurut Dedi, dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, tahapan selanjutnya adalah pemenuhan pembiayaan (financial close) nan ditargetkan selesai pada akhir 2026, diikuti dengan percepatan bangunan bentuk di lapangan.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·