Pemprov Jateng Buka Posko Aduan Korban Pelecehan Ponpes Ndolo Kusumo di Pati

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Ilustrasi Pelecehan Seksual. Foto: Nicoleta Ionescu/Shutterstock

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Jawa Tengah membuka posko pengaduan bagi korban pelecehan seksual di pondok pesantren Ndolo Kusumo, di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati.

Kepala DP3AP2KB Jawa Tengah, Ema Rachmawati mengatakan, hingga hari ini hanya ada satu orang nan berani melapor di posko kejuaraan nan berlokasi di Pati.

"Kami dengan UPT Pati sudah membuka posko kejuaraan untuk siapa pun nan menjadi pernah menjadi korban itu untuk mengadu ke kami," ujar Ema, Senin (4/5).

Ia menyebut, korban melapor tetap mengalami trauma psikologis. Kejadian itu juga baru diungkapkan setelah dia lulus dari pondok pesantren.

"Dia tetap sering mengingat kejadian itu, merasa sedih, apalagi menangis. Artinya traumanya tetap ada," jelas dia.

Pihaknya belum bisa memastikan jumlah korban lantaran minimnya laporan resmi. Namun dia meminta polisi lebih proaktif dalam penanganan tanpa kudu menunggu laporan dari banyak korban.

"Yang melapor baru satu. Jadi kita belum tahu jumlah pastinya," ungkap Ema.

Ia juga mendukung pencabutan izin pondok pesantren ini. Namun, penutupan kudu diiringi dengan solusi bagi para ratusan santriwati terutama nan yatim piatu.

"Pendidikan anak-anak tidak boleh terputus. Harus dipastikan mereka dipindahkan ke tempat nan aman," tegas dia.

Ia juga mendorong pembentukan satuan petugas (satgas) pencegahan kekerasan seksual di lingkungan pondok pesantren (P2KP). Sebab saat ini baru terbentuk di tingkat provinsi.

"Kita di provinsi aja baru terbentuk (Satgas P2KP) ini kan tahun lalu, terus kita melakukan sosialisasi ke kabupaten. Harapan kita memang masing-masing kabupaten juga membentuk tapi ini kan juga belum semua," kata Ema.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan