Jakarta -
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp 250 juta untuk kajian ikan sapu-sapu. Anggaran tersebut masuk dalam APBD Perubahan DKI Jakarta.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Hasudungan A Sidabalok dalam rapat berbareng Komisi B DPRD DKI Jakarta, Rabu (9/9/2026), nan membahas Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026. Awalnya, Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Nova Harivan Paloh menanyakan apakah terdapat aktivitas baru dalam APBD Perubahan selain penambahan anggaran subsidi pangan.
"Terus nan kedua, aktivitas baru nan di APBD Perubahan ada nggak selain dari subsidi pangan?" tanya Nova dalam rapat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasudungan awalnya menyebut tidak ada. Namun, dia kemudian menjelaskan terdapat satu aktivitas nan akhirnya diusulkan masuk dalam APBD Perubahan, ialah kajian ikan sapu-sapu.
"Jadi untuk mengenai dengan penambahan aktivitas baru, nan kemarin, Pak, izin kami terpaksa mengusulkan aktivitas," kata Hasudungan.
Dia mengatakan kajian ikan sapu-sapu sebelumnya tidak disetujui dalam pembahasan. Namun, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan agar kajian tersebut tetap dilaksanakan pada tahun ini.
"Karena sesuai dengan MoU kemarin memang untuk kajian ikan sapu-sapu kan tidak disetujui. Karena apa, Gubernur mengingatkan kami mengenai dengan kajian ikan sapu-sapu tetap kudu dilaksanakan di tahun ini," ujarnya.
Hasudungan mengatakan pihaknya kemudian melakukan efisiensi terhadap sejumlah aktivitas untuk mengakomodasi anggaran kajian tersebut.
"Jadi kami tambah kurang ada efisiensi beberapa aktivitas nan bisa mengakomodir anggaran untuk kajian ikan sapu-sapu," jelasnya.
Nova kemudian memastikan besaran anggaran untuk aktivitas baru tersebut.
"Berapa?" tanya Nova.
"250 juta," jawab Hasudungan.
(ygs/ygs)
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·