Jakarta -
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berbareng dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES) resmi melakukan kerja sama untuk pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka.
Kerja sama ini dilakukan melalui penandatanganan Perubahan dan Pernyataan Kembali Perjanjian Kerja Sama Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) TPPAS Regional Legok Nangka.
Langkah strategis ini menandai babak baru sekaligus memperkuat komitmen kedua belah pihak dalam mempercepat realisasi prasarana pengelolaan sampah berbasis teknologi modern dan ramah lingkungan di Jabar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prosesi penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) dan Kenichi Ishikawa selaku Direktur PT JES di Kabupaten Indramayu.
Pada agenda ini juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT. PII) dan PT JES serta diikuti dengan penyerahan Perjanjian Regres dari Pemprov Jabar ke PT PII.
Perubahan dan Pernyataan Kembali PKS ini dilakukan untuk mengakomodasi sejumlah penyesuaian teknis, finansial, dan izin terkini guna memastikan proyek melangkah lebih akuntabel, efisien, dan berkelanjutan.
TPPAS Regional Legok Nangka diproyeksikan bisa mengolah sampah dari wilayah metropolitan Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi), Kabupaten Garut dan Kabupaten Sumedang dengan kapabilitas mencapai 2.131 ton per hari menggunakan teknologi Waste-to-Energy (WtE) alias Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).
Gubernur Jabar KDM menyampaikan keberadaan TPPASR Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mendukung pengelolaan sampah regional.
"TPPAS Regional Legok Nangka bakal mengurangi ketergantungan terhadap akomodasi pembuangan akhir nan telah mengalami keterbatasan kapasitas," ujar KDM, dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).
Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, tahapan selanjutnya adalah pemenuhan pembiayaan (financial close) nan ditargetkan selesai pada akhir 2026, diikuti dengan percepatan bangunan bentuk di lapangan.
(akd/ega)
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·