BRIN Turut Teliti Kebakaran Misterius di Rumah Sleman, Fokus Cari Pemicu Api

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Rumah di Seyegan, Sleman, letak kemunculan api misterius. Foto: Pandangan Jogja/Iqbaltwq

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mulai melakukan penyelidikan terhadap kejadian kebakaran misterius nan terjadi di sebuah rumah di Seyegan, Sleman. Penelitian difokuskan untuk mengidentifikasi sumber serta jenis gas nan diduga menjadi penyebab munculnya api secara tiba-tiba di sejumlah ruangan.

Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Hari Soekarno, mengatakan pihaknya tetap berada pada tahap survei awal. Hasil kunjungan lapangan bakal menjadi dasar untuk menentukan langkah penelitian lanjutan berbareng pihak-pihak nan sebelumnya telah mengkaji kejadian tersebut.

“Jadi, sasaran hari ini, lantaran kami mendapat tugas mendadak, untuk kali ini kami baru survei awal. Mungkin kami bakal obrolan dengan peneliti-peneliti sebelumnya, baik dari UGM, kemudian dari UPN, dan dari BNPB,” kata Hari kepada awak media, Senin (8/6).

Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Hari Soekarno. Foto: Istimewa

Menurut Hari, BRIN bakal mempelajari hasil-hasil penelitian terdahulu sebelum menentukan arah riset berikutnya. Jika ditemukan aspek nan belum diteliti, BRIN bakal melengkapinya melalui penelitian lanjutan.

Salah satu konsentrasi utama penelitian adalah mencari pemicu munculnya api nan diduga berangkaian dengan keberadaan gas tertentu. Sejumlah dugaan telah muncul, mulai dari gas fosfin hingga hidrogen, namun belum ada konklusi pasti mengenai penyebabnya.

“Jadi memang ini nan kita kasih tanda tanya adalah pemantik dari menyalanya gas tersebut. Kalau menurut Profesor Alfa (peneliti UGM), itu adalah gas fosfin (PH3),” katanya.

Rumah di Seyegan, Sleman, letak kemunculan api misterius. Foto: Pandangan Jogja/Iqbaltwq

Untuk memastikan penyebab kejadian tersebut, BRIN berencana mengambil sampel gas dari ruangan nan kerap mengalami kebakaran. Sampel tersebut bakal dianalisis guna mengetahui kandungan gas nan sebenarnya berada di lokasi.

“Makanya kami bakal kemungkinan ini kelak selanjutnya bakal kita lakukan sampling gas dari ruangan nan sering terbakar, dan selanjutnya bakal dilakukan analisa gas,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan