Pemprov DKI Ungkap OMC Masih Berlanjut: Tergantung Ada Tidaknya Awan

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Jakarta -

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Chico Hakim mengatakan operasi modifikasi cuaca (OMC) tetap diberlakukan untuk mempercepat pembersihan atmosfer sisa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Saat ini kondisinya memandang situasi awan.

"Sampai sore Selasa, 8 September 2026, belum ada pengumuman resmi OMC dihentikan. 9 September sangat tergantung ada tidaknya awan. BMKG sendiri memprakirakan ada potensi hujan ringan sore di sebagian wilayah Jakarta." kata Chico kepada wartawan, Rabu (9/9/2026).

Ia pun mengutip laporan dari BMKG Bersama BNPB hingga Kementerian Perhubungan nan menyebut OMC menyesuaikan kondisi atmosfer.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"BMKG berbareng BNPB dan Kementerian Perhubungan terus melaksanakan OMC untuk mempercepat pembersihan atmosfer dari sisa abu vulkanik. Sudah dilakukan 5 sorti penerbangan (1 pakai powder NaCl, 1 liquid CaCl2, 3 spraying/water mist)," kata dia.

"Gubernur Pramono Anung pada Senin 7 September sempat bilang rencana OMC 7-8 September tergantung kondisi awan," sambungnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya mengungkap rencana OMC untuk membantu menangani abu vulkanik di Jakarta. OMC ditargetkan bisa dilakukan pada 7-8 September 2026.

Pramono mengatakan penyelenggaraan OMC sangat berjuntai pada kondisi awan. Dia berambisi kondisi awan pada 7-8 September mendukung sehingga operasi tersebut dapat dilakukan.

"Kalau sebenarnya hari ini ada rencana untuk OMC, tetapi memang sangat berjuntai pada awannya," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

Selain OMC, beragam upaya dilakukan Pemprov DKI untuk menangani akibat abu vulkanik. Termasuk pengoperasian water mist hingga besok.

Gedung-gedung nan mempunyai akomodasi water mist juga diminta ikut mengoperasikannya. Pemprov DKI turut membagikan masker di sejumlah tempat umum untuk membantu masyarakat.

(dwr/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News