Pemprov DKI Kucurkan Rp 1 T Sulap 100 Ha Lahan di Banten Jadi Peternakan

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelontorkan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk memanfaatkan lahan seluas 100 hektare di Banten. Lahan tersebut bakal dibangun area peternakan demi memperkuat ketahanan pangan.

Peninjauan letak dilakukan pada Jumat (31/7/2026) di Ciangir, Banten. Dalam peninjauan tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut didampingi Gubernur Banten Andra Soni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketahanan pangan nan bakal dikembangkan di sini salah satunya adalah peternakan sapi, kemudian juga untuk ayam, ikan, dan sebagainya," ujar Pramono kepada wartawan di lokasi.

Ia menjelaskan secara keseluruhan terdapat nyaris 100 hektare lahan milik Pemprov DKI nan bakal dimanfaatkan. Di antaranya ialah 40 hektare digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH), 20 hektare oleh BUMD Dharma Jaya, serta sebagian diserahkan sebagai kontribusi Pemprov DKI untuk Kementerian HAM.

"Pengembangan aset wilayah untuk memperkuat ketahanan pangan dan pasokan pangan wilayah Jakarta serta Banten tentunya bakal membawa akibat positif. Tadi penjelasan dari Direktur Utama Dharma Jaya, tempat ini bakal segera dibangun kurang lebih mulai bulan November dengan total investasi nyaris Rp 1 triliun," ungkapnya.

Pramono menegaskan lahan milik DKI Jakarta tersebut bukan tempat pengganti penampungan sampah seperti Bantargebang, melainkan murni pengembangan sektor ketahanan pangan.

"Dan sepenuhnya tempat ini bukan seperti nan dipikirkan orang bakal menjadi tempat pengganti Bantargebang, sama sekali tidak. Tempat ini adalah tempat untuk pengembangan ketahanan pangan, apakah itu sapi, ikan, ayam, maupun pertanian nan lebih luas seperti jagung, padi, dan sebagainya," tegas Pramono.

"Sekali lagi bukan tempat untuk sampah, melainkan tempat untuk ketahanan pangan nan berangkaian dengan sapi dan sebagainya nan tadi sudah saya jelaskan," tambahnya.

Pramono juga meminta Direktur Utama Dharma Jaya nan mengelola peternakan di lahan tersebut untuk memberdayakan sekitar 200 penduduk lokal. Selain itu, area peternakan ini ditargetkan bisa menampung hingga 5.000 ekor sapi.

"Tadi saya tanyakan berapa banyak sapi nan bisa ditampung di sini? Bisa sampai dengan 5.000 ekor sapi. Dengan demikian, kebutuhan daging di Jakarta bakal terjamin. Hal itu terbukti ketika kita kemarin menghadapi Idul Fitri maupun Idul Adha, urusan daging sama sekali tidak ada rumor di Jakarta," jelasnya.

Pada kesempatan nan sama, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komunikasi antara dirinya dan Pramono terjalin sangat baik. Andra mengaku kerap mengingatkan Pramono mengenai keberadaan lahan milik DKI di wilayah Banten.

"Karena kami pernah berambisi kepada Gubernur Jakarta untuk menginformasikan, cemas beliau belum tahu bahwa Jakarta punya tanah di Banten," ujar Andra.

"Ternyata waktu itu beliau menyampaikan, 'Kami punya rencana Mas, kami bakal kembangkan lahan tersebut untuk pertanian, ketahanan pangan, serta menyuplai kebutuhan penduduk Jakarta dan Banten terhadap protein dan sebagainya,'" tambahnya.

Andra Soni mengaku berterima kasih lantaran pengelolaan dan pengembangan lahan tersebut ditangani langsung oleh BUMD Dharma Jaya. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pramono atas kerjasama tersebut.

"Kami sangat berterima kasih lantaran memilih letak di Provinsi Banten. Kami percaya segala niat baik nan direncanakan oleh Pak Gubernur ini pasti bakal berfaedah bagi kita semua, bagi penduduk Banten, penduduk sekitar, dan tentunya bagi Indonesia," pungkasnya.

(dvp/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News