Pemprov DKI Imbau Warga Tenang Usai Gempa di Kepulauan Seribu: Kondisi Aman

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Cyril Raoul Hakim alias Chico Hakim di Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (6/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau penduduk tetap tenang setelah gempa bumi bermagnitudo 5,9 mengguncang Kepulauan Seribu pada Sabtu (12/9).

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Cyril Raoul Hakim (Chico Hakim) memastikan pulau-pulau di Kepulauan Seribu dalam kondisi kondusif dan aktivitas penduduk melangkah normal.

“Warga Kepulauan Seribu tetap tenang. Pulau-pulau dalam kondisi aman, aktivitas melangkah seperti biasa,” ujar Chico dalam keterangannya.

“Pemprov DKI berbareng BPBD dan pemerintah kabupaten terus memantau situasi,” sambungnya.

Kepastian kondisi tersebut disampaikan berasas pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat mengatakan jajarannya tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi di sejumlah pulau setelah gempa terjadi.

Kondisi "Pelabuhan Pulau Pari" usai di revitalisasi, Kepulauan Seribu, Jumat (13/3/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Berdasarkan laporan masyarakat dan petugas di lapangan, hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan gedung maupun prasarana akibat gempa. Tidak ada pula laporan adanya korban.

Kondisi pulau-pulau nan dihuni masyarakat juga dilaporkan aman. Di Pulau Kelapa, misalnya, sejumlah penduduk apalagi tidak merasakan getaran gempa dan baru mengetahui kejadian tersebut setelah mendapatkan info resmi.

Adapun gempa tersebut terjadi di kedalaman 368 kilometer dengan episenter gempa berada di laut sekitar 69 kilometer timur laut Kepulauan Seribu.

BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa dalam nan terjadi akibat aktivitas intraslab. Artinya, gempa tidak dipicu oleh aktivitas sesar dangkal. Selain itu, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, BMKG juga belum mencatat adanya gempa susulan.

Pemprov DKI meminta masyarakat mengandalkan info dari kanal resmi pemerintah, khususnya BMKG dan BPBD DKI, mengenai perkembangan gempa. Warga juga diimbau tidak menyebarkan info nan belum dapat dipastikan kebenarannya untuk mencegah munculnya kepanikan di tengah masyarakat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan