Ilustrasi(Magnific.com)
Virus influenza jenis A dan B dilaporkan tengah marak ditemukan pada pasien dengan keluhan batuk dan demam. Menanggapi kondisi ini, master ahli paru dan pernapasan di RSUP Surabaya, dr. Harman Prayitno, Sp.P, mengingatkan masyarakat untuk kembali memperketat protokol kesehatan, terutama penggunaan masker di tempat umum.
Berdasarkan info sepekan terakhir, dr. Harman mengungkapkan adanya peningkatan jumlah pasien nan datang dengan indikasi serupa, ialah batuk, demam, hingga nyeri kepala hebat. Setelah dilakukan pemeriksaan swab, banyak di antaranya nan dinyatakan positif influenza.
"Sejak seminggu terakhir ini, memang banyak merawat pasien-pasien dengan indikasi batuk-batuk, disertai demam dan nyeri kepala. Ketika dicek, hasil swab-nya menunjukkan Influenza POSITIF," tulis dr. Harman melalui akun Threads pribadinya, dikutip Sabtu (12/9/2026).
Ia menjelaskan bahwa virus nan ditemukan mencakup jenis A maupun B. Meski secara teori influenza A sering dikaitkan dengan indikasi nan lebih berat, dr. Harman menekankan bahwa influenza B tidak boleh diremehkan. Ia sempat menemukan kasus pasien influenza B nan mengalami indikasi berat hingga menderita pneumonia.
Sebagai langkah pencegahan, dr. Harman menyarankan masyarakat untuk kembali menggalakkan aktivitas memakai masker di ruang publik dan menghindari kerumunan. Bagi perseorangan nan merasa kurang fit, dia sangat menganjurkan untuk beristirahat di rumah guna memutus rantai penularan.
Perbedaan Influenza A, B, dan Flu Biasa
Memahami perbedaan jenis flu sangat krusial untuk penanganan nan tepat. Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, dr. Santi, menjelaskan karakter masing-masing tipe:
- Influenza A: Dapat menginfeksi manusia dan hewan. Virus ini sangat mudah bermutasi, berpotensi menyebabkan pandemi, dan bertanggung jawab atas sekitar 75 persen kasus pandemi flu di dunia.
- Influenza B: Umumnya hanya menular antarmanusia dan lebih sering menyerang anak-anak. Meski condong lebih stabil dibanding jenis A, virus ini tetap berisiko tinggi bagi balita, ibu hamil, lansia, dan orang dengan sistem imun lemah.
- Flu Biasa (Common Cold): Biasanya disebabkan oleh rhinovirus alias adenovirus dengan indikasi nan jauh lebih ringan dan jarang menimbulkan komplikasi serius.
Langkah Pencegahan pada Anak
Dokter ahli anak, dr. Mesty Ariotedjo, Sp.A, MPH, menekankan bahwa vaksinasi adalah pilar utama perlindungan bagi anak-anak. Vaksin influenza tahunan nan dimulai sejak usia enam bulan terbukti efektif menurunkan akibat rawat inap secara signifikan.
"Vaksin terbukti menurunkan akibat rawat inap akibat influenza B pada dewasa sebesar sekitar 67 persen, dan pada anak memberi perlindungan berarti berasas info CDC," jelas dr. Mesty.
Selain vaksinasi, dr. Mesty menganjurkan orang tua untuk membiasakan anak melakukan langkah-langkah berikut:
- Mencuci tangan dengan sabun secara rutin.
- Menerapkan etika batuk dan bersin nan benar.
- Memastikan ventilasi udara di rumah terjaga dengan baik.
- Menjaga kecukupan tidur, asupan cairan, dan nutrisi sesuai kebutuhan anak.
Dengan meningkatnya temuan kasus influenza A dan B, masyarakat diharapkan tetap waspada, tidak mengabaikan indikasi nan muncul, dan segera melakukan langkah preventif melalui vaksinasi serta penggunaan masker.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·