Pemprov Banten Ancam Sanksi Tegas Kepsek-Guru Calo SPMB SMA dan SMK

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Serang -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meminta masyarakat berhati-hati terhadap adanya makelar nan menjanjikan calon siswa bisa diterima di sekolah negeri asal bayar sejumlah uang. Pemprov juga bakal menindak tegas jika ada oknum petugas nan terlibat makelar sistem penerimaan siswa baru (SPMB).

"Saya berambisi orang tua tidak tergiur oleh rayuan alias iming-iming masuk sekolah SMA negeri tertentu, dan itu tidak benar, lantaran kami memantau, kami mengawasi secara keseluruhan sekolah," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Jamaluddin, di Kota Serang, Selasa (12/5/2025).

Diketahui, saat ini Pemprov Banten membuka proses pra-SPMB tingkat SMA, SMK, dan SKh negeri sejak 20 sampai 31 Mei 2026. Siswa wajib mengikuti masa pra-SPMB dengan membikin akun dan mengunggah info nan dibutuhkan untuk diverifikasi.

Jamaluddin meminta calon siswa alias orang tua melapor jika terjadi praktik kecurangan selama masa pra-SPMB dan SPMB. Ia berjanji bakal menyelidiki masalah tersebut.

"Kalau terjadi hal-hal kecurangan, laporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Banten melalui helpdesk. Nanti juga bakal dibuka, lantaran ini belum penyelenggaraan SPMB. Nanti, jika ada kecurangan, bakal kita buka semacam kanal aduan. Laporkan ke kanal aduan, kelak bakal kita turun untuk investigasi," katanya.

Ia menyebut tidak ada orang nan bisa mengubah alias mengutak-atik sistem penerimaan siswa. Pemprov berambisi penyelenggaraan SPMB tahun ini melangkah dengan jujur dan adil.

"Ya saya rasa, mau jabatannya kepala dinas, mau jabatannya siapa pun, itu abaikan saja. Itu tidak betul lantaran kita kunci semuanya," katanya.

Ia pun menyampaikan bakal menindak jika ada petugas nan menjadi makelar alias menjanjikan calon siswa lolos dan diterima SPMB.

"Siapapun, jika ada kepala sekolah alias pembimbing nakal, operator nakal, laporkan ke dinas. Nanti kita investigasi. Kalau dia salah tentu ada hukuman berat, sedang, alias ringan, tergantung dia betul alias tidak. Kenapa sih ada isu-isu? Ya itu tadi, area nyaman dan tidak nyaman," katanya.

(aik/isa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News