, SINGKAWANG, – Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, mendorong peran aktif ketua rukun tetangga (RT) untuk menyukseskan penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026 nan digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Dukungan ini dinilai krusial lantaran RT menjadi jembatan utama antara petugas sensus dan penduduk dalam pendataan dari rumah ke rumah.
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menegaskan bahwa keberhasilan pendataan door to door sangat berjuntai pada keterlibatan para ketua RT. Menurutnya, peran mereka sangat vital, mulai dari menginformasikan agenda kehadiran petugas, mendampingi saat wawancara, hingga memastikan keamanan lingkungan selama proses berlangsung.
"Peran ketua RT sangat vital. Mulai dari menginformasikan agenda kehadiran petugas, mendampingi saat door to door, hingga memastikan penduduk bersedia diwawancarai. Kerja sama RT dan petugas bakal mempercepat proses pendataan sekaligus menjaga keamanan lingkungan," katanya di Singkawang, Kamis.
Data Akurat untuk Pembangunan Tepat Sasaran
Tjhai Chui Mie menjelaskan, info nan dihasilkan dari sensus ini bakal menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan pembangunan daerah. Tanpa info nan valid, beragam program seperti support sosial, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan akomodasi publik berpotensi tidak melangkah optimal.
"Dengan info BPS nan akurat, Pemkot Singkawang bisa mengetahui kondisi riil masyarakat, mulai dari jumlah masyarakat miskin, sebaran stunting, kebutuhan sekolah hingga titik rawan banjir sehingga anggaran APBD dapat digunakan secara efektif," ujarnya.
Ia pun membujuk seluruh masyarakat untuk menerima petugas BPS dengan baik dan memberikan jawaban nan jujur. Kejujuran penduduk dalam memberikan info merupakan corak partisipasi aktif dalam mendukung pembangunan daerah.
"Informasi tentang jumlah personil keluarga, pekerjaan, pendidikan dan kondisi rumah bakal diolah secara agregat. BPS menjamin tidak ada info pribadi nan disebarluaskan lantaran kerahasiaannya dilindungi Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik," katanya.
Wali Kota juga mengingatkan penduduk untuk selalu memastikan petugas nan datang membawa kartu identitas resmi dan surat tugas dari BPS. Jika ragu, penduduk dapat melakukan konfirmasi ke instansi BPS Kota Singkawang alias melalui ketua RT setempat.
Jadwal dan Mekanisme Pendataan
Sementara itu, Kepala BPS Kota Singkawang Yanuar Lestariadi memaparkan bahwa Sensus Ekonomi 2026 dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa pengisian kuesioner secara berdikari oleh upaya menengah dan besar nan telah berjalan sejak 1 Mei hingga 30 Juni 2026.
Selanjutnya, tahap kedua berupa pendataan lapangan secara door to door nan dilaksanakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. "Dalam aktivitas pendataan lapangan ini kami mengerahkan sebanyak 197 petugas sensus," katanya.
Yanuar menjelaskan, para petugas bakal menggunakan rompi berwarna hitam berlogo BPS serta dilengkapi tanda pengenal dan surat tugas resmi. Proses pendataan dilakukan secara digital menggunakan aplikasi pada telepon genggam sehingga tidak lagi sepenuhnya menggunakan kertas. Setiap rumah nan telah didata nantinya bakal dipasangi stiker sensus.
Ia menyebutkan, Sensus Ekonomi merupakan program pendataan ekonomi terbesar dan paling komplit di Indonesia nan dilaksanakan setiap 10 tahun sekali. Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 merupakan nan kelima sejak pertama kali digelar pada 1986, kemudian 1996, 2006, 2016, dan sekarang kembali dilaksanakan pada 2026.
"Sensus ini bakal menghasilkan info ekonomi nan terkini, jeli dan komprehensif sebagai dasar perencanaan pembangunan nasional maupun daerah," katanya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·