Jakarta -
Pemerintah Kota Semarang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025. Penghargaan ini diberikan atas capaian tata kelola finansial Kota Semarang nan melangkah secara akuntabel, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan raihan WTP bukan sekadar penghargaan atas tertib manajemen keuangan. Lebih dari itu, WTP merupakan bukti Pemkot Semarang serius menjaga amanah masyarakat dengan memastikan setiap rupiah APBD dikelola secara hati-hati, tepat sasaran, dan memberikan faedah nyata bagi warga.
"Capaian ini adalah hasil kerja berbareng seluruh jejeran Pemerintah Kota Semarang, DPRD, dan beragam pihak nan terus mengawal jalannya pemerintahan. Namun bagi saya, nan paling krusial bukan sekadar mendapatkan WTP, melainkan memastikan bahwa duit rakyat betul-betul kembali kepada rakyat dalam corak pelayanan nan lebih baik dan pembangunan nan dirasakan manfaatnya," ujar Agustina dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut disampaikannya usai menerima LHP BPK, Rabu (11/6).
Agustina menegaskan pengelolaan finansial wilayah kudu dipahami sebagai instrumen untuk menghadirkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sepanjang tahun 2025 Pemkot Semarang mengarahkan anggaran pada program-program prioritas nan menyentuh kebutuhan penduduk secara langsung, mulai dari pembangunan jalan dan drainase, penanganan banjir, peningkatan kualitas permukiman, jasa kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi kerakyatan, hingga beragam program perlindungan sosial.
Ia menegaskan keberhasilan tata kelola finansial tidak diukur dari tebalnya laporan alias banyaknya penghargaan nan diterima pemerintah. Namun, ukuran sesungguhnya adalah seberapa besar faedah nan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
"Warga mau memandang jalan nan lebih baik, lingkungan nan lebih nyaman, pelayanan nan semakin cepat, serta kesempatan ekonomi nan semakin terbuka. Karena itu saya selalu menekankan bahwa setiap rupiah APBD kudu bekerja untuk rakyat dan hasilnya kudu bisa dirasakan masyarakat," tegasnya.
Agustina menambahkan, pengelolaan finansial nan sehat menjadi fondasi krusial bagi pembangunan Kota Semarang. Dengan tata kelola nan baik, pemerintah mempunyai keahlian fiskal nan lebih kuat untuk menjawab beragam kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan kota.
Ia juga mengingatkan seluruh perangkat wilayah agar capaian WTP tidak membikin jejeran pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, penghargaan tersebut kudu menjadi pemacu untuk terus meningkatkan kualitas perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan anggaran agar semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran.
"Saya mau budaya pengelolaan finansial nan bersih, transparan, dan bertanggung jawab terus menjadi nafas pemerintahan di Kota Semarang. Kepercayaan masyarakat kudu dijaga melalui keahlian nan nyata dan pengelolaan anggaran nan memberikan faedah sebesar-besarnya bagi warga," katanya.
Adapun raihan opini WTP atas LKPD Tahun Anggaran 2025 juga memperkuat komitmen Pemkot Semarang untuk menghadirkan pemerintahan nan bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Sebab, keberhasilan pengelolaan finansial wilayah bukan hanya tercermin dalam laporan nan baik, tetapi pada meningkatnya kualitas hidup masyarakat Kota Semarang.
(akn/ega)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·