Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menyiapkan sejumlah langkah untuk menangani genangan air hingga banjir, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu upaya nan dilakukan ialah membentuk Satuan Tugas (Satgas) banjir di tingkat kecamatan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengatakan hujan deras nan mengguyur wilayahnya memicu genangan di beragam titik. Beberapa letak nan terdampak apalagi merupakan area nan sebelumnya juga kerap mengalami banjir.
"Sebagai wali kota, saya tidak bakal menghindar. Persoalan banjir ini adalah tanggung jawab saya penuh. Saya mengerti betul dampaknya bagi masyarakat-rumah terdampak, aktivitas terganggu, dan kesulitan nan dirasakan sehari-hari," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/4/2026).
Dewa mengungkapkan, banjir dipicu oleh dua aspek utama, ialah aspek alam dan ulah manusia. Ia menyoroti tetap adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan nan menyebabkan saluran air tersumbat, serta pembangunan nan tidak memperhatikan patokan sempadan sungai dan jalan.
"Makanya kita ada beberapa aspek penyebabnya, baik itu nan berkarakter alam maupun dari sifat manusia sendiri. nan manusia, tentunya kita sudah mengerti dan tahu semua, baik itu masalah jangan sampai membuang sampah sembarangan lantaran itu bakal mengakibatkan sumbatan-sumbatan air," imbuhnya.
Untuk penanganan jangka pendek, Pemkot Palembang konsentrasi pada langkah sigap guna mengurangi akibat genangan. Upaya tersebut meliputi pembersihan rutin saluran air dari sedimen dan sampah, penambahan pompa portabel di titik rawan banjir, hingga pembentukan Satgas banjir di tingkat kecamatan nan melibatkan aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Selain itu, Dewa juga turun langsung meninjau sejumlah titik banjir, salah satunya di Jalan Kolonel H Burlian, guna memastikan penanganan melangkah optimal.
Sementara untuk jangka menengah dan panjang, Pemkot menyiapkan sejumlah program strategis nan bakal dijalankan pada 2026. Di antaranya ekspansi kolam retensi, termasuk di area Simpang Polda Sumsel untuk mengatasi banjir di tiga kecamatan, ialah Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning.
"Kemudian, dilakukan normalisasi serta penataan Daerah Aliran Sungai (DAS) Bendung guna mengatasi penyempitan aliran air. Kami juga mendorong pemetaan dan peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk meningkatkan daya serap air, serta merencanakan penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk pemantauan drainase secara real-time,"jelas Dewa.
Saat ini, Dewa berbareng tim terus meninjau sejumlah jalan protokol nan terdampak genangan parah. Mereka juga menelusuri aliran air untuk mencari penyebab utama terjadinya banjir.
Dewa membujuk seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mendukung penataan kota agar lebih baik ke depan.
"Yang pasti, saya bertanggung jawab, saya bekerja, dan saya bakal terus berupaya agar persoalan banjir ini bisa kita atasi secara berjenjang demi kebaikan kita semua," tutupnya.
(akn/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·