Pemkot Makassar seleksi secara transparan calon kepala puskesmas.
, MAKASSAR, – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berkomitmen meningkatkan mutu jasa kesehatan dengan melakukan penataan dan penempatan tenaga ahli di puskesmas. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyatakan bahwa langkah ini bakal lebih difokuskan pada tahun 2026 di 47 puskesmas di 15 kecamatan di seluruh Kota Makassar.
Munafri menekankan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen untuk memastikan kualitas jasa kesehatan nan lebih optimal, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat, baik di darat maupun di pulau. Pemkot Makassar sekarang tengah memasuki fase final dari seleksi terbuka untuk menetapkan kepala puskesmas definitif.
Seleksi ini krusial untuk memberikan kejelasan kewenangan dan tanggung jawab kepada ketua akomodasi jasa kesehatan, sehingga dapat menjalankan kegunaan pelayanan secara maksimal. Munafri berambisi kepala puskesmas dapat beralih bentuk menjadi lembaga nan adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat di Makassar.
Sebelumnya, sejak Maret 2026, sebanyak 84 peserta telah mengikuti tahapan seleksi nan mencakup tes tertulis, uji kompetensi dan keahlian, hingga wawancara. Proses ini dirancang untuk menghasilkan figur nan tepat untuk mengisi kedudukan strategis di sektor kesehatan maupun pendidikan.
Munafri menegaskan bahwa kepala puskesmas tidak kudu berasal dari kalangan dokter. Semua tenaga kesehatan, baik perawat, bidan, maupun pekerjaan lainnya, mempunyai kewenangan nan sama untuk memimpin dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Langkah ini juga menjawab kebutuhan kepemimpinan definitif di tingkat puskesmas, nan selama ini lebih banyak dijabat oleh pelaksana tugas sejak 2019. Seleksi dilakukan secara transparan dan setara agar semua tenaga kesehatan mempunyai kesempatan nan setara dalam memimpin dan mengatur pelayanan dengan baik.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·