Pemkot Jambi Akan Belajar JAKI hingga Pengelolaan BUMD dari Pemprov DKI

Sedang Trending 42 menit yang lalu
Doorstop Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hasil audiensi sekaligus penandatanganan MoU dengan Wali Kota Jambi, Maulana di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8) dok. Pradya

Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi bakal belajar mengenai pengelolaan sejumlah jasa dan badan upaya milik wilayah (BUMD) dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Maulana usai penandatanganan nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8).

Maulana mengatakan Pemkot Jambi memandang banyak perihal nan dapat dipelajari dari Jakarta, terutama mengenai pengelolaan BUMD dan skema pembiayaan pembangunan.

"Kami memandang DKI Jakarta di bawah kepemimpinan beliau banyak sekali kemajuan-kemajuan terutama di bagian creative financing, pembiayaan-pembiayaan tanpa menggunakan APBD. Dan kami Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi mau banyak belajar," kata Maulana.

Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Jambi bakal membuka ruang bagi BUMD miliknya untuk belajar dari sejumlah BUMD DKI Jakarta.

Maulana menyebut BUMD milik Kota Jambi tetap relatif baru sehingga memerlukan penguatan dari sisi pengelolaan dan pengembangan usaha.

"Kami punya BUMD nan baru, mumpung baru mereka kudu belajar dan alhamdulillah Pak Gubernur memberikan ruang nan seluas-luasnya semua BUMD kami bakal coba belajar berbareng dengan BUMD nan ada di DKI," ujarnya.

Jambi Bakal Belajar Sistem JAKI

Doorstop Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hasil audiensi sekaligus penandatanganan MoU dengan Wali Kota Jambi, Maulana di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8) dok. Pradya

Selain BUMD, Pemkot Jambi juga mendapat tawaran untuk mempelajari sistem teknologi info dan komunikasi nan telah dikembangkan Pemprov DKI.

Pramono mengatakan pihaknya membuka kesempatan bagi Pemkot Jambi untuk belajar mengenai JAKI alias Jakarta Kini, aplikasi jasa digital milik Pemprov DKI.

"Saya tadi pada saat bilateral menyampaikan kepada Bapak Wali Kota untuk dipersilakan jika Kota Jambi mau belajar tentang JAKI," kata Pramono.

Tak hanya JAKI, Pramono juga menawarkan kerja sama dan pembelajaran dengan sejumlah BUMD Jakarta, di antaranya Cipinang Food Station, Sarana Jaya, dan Dharma Jaya.

"Kami membuka diri untuk itu lantaran kami tahu bahwa Jambi nan sekarang ini sedang berkembang," ujarnya.

Kerja sama di bagian teknologi dan pengembangan kota tersebut nantinya bakal ditindaklanjuti oleh PT Siginjai Sakti berbareng PT Jakarta Infrastruktur Propertindo (JIP).

Tertarik Belajar Pengelolaan PDAM

Doorstop Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung hasil audiensi sekaligus penandatanganan MoU dengan Wali Kota Jambi, Maulana di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Senin (31/8) dok. Pradya

Maulana mengatakan, Pemkot Jambi juga tertarik mempelajari pengelolaan perusahaan wilayah air minum (PDAM) di Jakarta.

Dia menyebut pengelolaan perusahaan air minum di Jakarta bisa memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan original wilayah (PAD). Hal tersebut mau diterapkan untuk meningkatkan keahlian perusahaan wilayah di Kota Jambi.

"Termasuk tadi nan spesial Pak Gubernur juga menyampaikan kemajuan PDAM, Perusahaan Daerah Air Minum nan kami juga kelak insyaallah setelah ini bakal kami belajar juga lantaran begitu tinggi pendapatannya memberikan kontribusi terhadap PAD," kata Maulana.

Menurutnya, pendapatan PDAM di Jambi saat ini baru sekitar Rp 7 miliar per tahun.

"Kami baru tujuh miliar setahun, di sini sudah naik sudah triliunan, luar biasa," ujarnya.

Dia menilai pengalaman DKI Jakarta dapat menjadi pembelajaran bagi Kota Jambi nan tengah mengembangkan beragam sektor pembangunan.

"Ini sebuah kemajuan nan tentu kerjasama antar wilayah ini terutama kami ibu kota provinsi nan sedang berkembang kudu banyak belajar dengan beliau," tambahnya.

Pelajari Penanganan Kebakaran

Kerja sama antara kedua wilayah juga bakal menyasar bagian penanggulangan kebakaran.

Maulana mengatakan Pemkot Jambi selama ini telah mengirimkan tim pemadam kebakaran untuk mengikuti training di Jakarta. Ke depan, kerjasama tersebut bakal terus dikembangkan.

"Dan insyaallah hal-hal positif termasuk penanggulangan kebakaran. Beliau juga menyarankan untuk bekerja-sama dan memang setiap tahun kami mengirimkan tim damkar untuk berlatih di sini dilatih oleh tim damkar DKI Jakarta," katanya.

Maulana berambisi Pemprov DKI juga dapat memberikan support dalam corak hibah untuk memperkuat sarana dan prasarana pemadam kebakaran di Kota Jambi.

Dia mengatakan kerja sama nan telah dimulai melalui MoU tersebut bakal dilanjutkan dengan perjanjian kerja sama (PKS) di sejumlah bidang.

"Banyak sekali faedah nan luar biasa. Kami minta support dan bimbingannya Pak. Kami bakal terus ber-PKS dengan bidang-bidang lain nan disarankan Pak Gubernur tadi lantaran memang kami sangat membutuhkan," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan