Pemkab Solok Bentuk Tim Percepatan Pembebasan Lahan untuk Pelebaran Jalan Nasional

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

, SOLOK, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, membentuk tim percepatan pembebasan lahan di area Jembatan Kutianyie, Nagari Surian. Langkah ini diambil untuk mendukung pelebaran jalan nasional dan mengurangi akibat kecelakaan di jalur rawan tersebut.

Wakil Bupati Solok, Candra, menyatakan bahwa pembentukan tim ini menunjukkan kesungguhan pemerintah wilayah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan masalah nan telah berjalan lama di letak tersebut.

“Kami telah mengadakan rapat koordinasi dan membentuk tim percepatan pembebasan lahan masyarakat di letak itu. Ini bagian dari upaya membantu balai jalan nasional dalam percepatan penyelesaian persoalan nan ada,” ujarnya.

Proses pembebasan lahan kudu dilakukan dengan cermat, mengikuti sistem dan patokan penggunaan finansial negara. Oleh lantaran itu, tim nan dibentuk saat ini sedang melakukan kajian dan konsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan nilai tukar lahan sesuai ketentuan nan berlaku.

Meskipun kewenangan ruas jalan tersebut berada di bawah tanggung jawab Balai Jalan Nasional lantaran statusnya sebagai jalan nasional, Pemkab Solok siap membantu percepatan penyelesaian lantaran argumen kemanusiaan dan keselamatan masyarakat. Kerja sama terus dilakukan dengan pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan BPJN Sumbar.

Langkah Sementara untuk Keamanan Jalan

Sebagai solusi sementara, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok telah menurunkan tim teknis untuk memasang lampu penerangan jalan dan road barrier di sekitar tikungan dan area jembatan sejak Selasa (19/5). Kepala Dinas Perhubungan, Muhammad Djoni, mengatakan pemasangan ini bermaksud untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, khususnya pada malam hari.

“Kami sudah mengerahkan tim teknis untuk pemasangan lampu jalan dan road barrier sebagai langkah sigap sementara agar titik tersebut lebih kondusif dilalui masyarakat,” ujarnya.

Dishub juga bakal mengevaluasi kebutuhan rambu tambahan dan penguatan sistem keselamatan jalan di area tersebut. Ruas jalan di Jembatan Kutianyie dikenal rawan kecelakaan akibat tikungan tajam dan penyempitan jalan nan belum tuntas pembebasan lahannya.

Sebelumnya, beberapa kecelakaan telah dilaporkan di letak ini, termasuk kecelakaan nan dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko. Sebagai langkah lanjutan, Pemkab Solok telah menggelar rapat koordinasi dengan OPD mengenai untuk membantu penyelesaian masalah pelebaran jalan di titik rawan tersebut.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑