Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, merancang pembangunan enam stasiun baru dalam rencana pengembangan jalur kereta api Parung Panjang-Jasinga untuk memperkuat konektivitas wilayah Bogor barat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengatakan pengembangan transportasi berbasis rel tersebut menjadi bagian dari pengarahan Bupati Bogor Rudy Susmanto untuk membangun sistem transportasi nan terintegrasi dan menjangkau beragam wilayah di kabupaten tersebut.
"Pengembangan transportasi ini merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas antar-wilayah. Jadi bukan hanya di Puncak, tetapi juga gimana wilayah Bogor Barat mempunyai support transportasi massal melalui rencana kereta Tenjo-Jasinga," katanya di Cibinong, Minggu (23/8) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan kajian awal Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Bogor pada 2025, trase Parung Panjang-Jasinga lebih direkomendasikan untuk dikembangkan setelah melalui penilaian terhadap 15 kriteria dari aspek teknis, ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Dalam kajian tersebut, jalur Parung Panjang-Jasinga dirancang sepanjang sekitar 27,26 kilometer menggunakan bangunan at grade alias di permukaan dengan jenis rel heavy rail.
Jalur tersebut direncanakan mempunyai enam stasiun baru dan terhubung dengan satu stasiun eksisting di Parung Panjang.
Kereta pada jalur itu diproyeksikan mempunyai waktu tempuh sekitar 24 menit serta didukung enam perlintasan sebidang dan 17 jembatan.
Biaya operasional kereta dalam kajian awal diperkirakan berkisar Rp20.000-Rp30.000 per penumpang.
Ia menjelaskan pengembangan transportasi di wilayah barat tidak hanya ditujukan untuk mengurai kepadatan lampau lintas, tetapi juga membuka akses serta mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
"Prinsipnya, kita mau transportasi menjadi bagian dari pengembangan wilayah. Ketika konektivitasnya semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, pusat-pusat ekonomi baru tumbuh dan faedah pembangunan bisa dirasakan lebih merata," ujarnya.
Alternatif trase Tenjo-Jasinga
Selain Parung Panjang-Jasinga, arsip rencana pengembangan prasarana transportasi berbasis rel Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor juga memuat pengganti trase Tenjo-Jasinga.
Trase Tenjo-Jasinga dirancang sepanjang 18,6 kilometer dengan tiga titik stasiun dan melintasi Kecamatan Tenjo hingga Jasinga, sedangkan pengganti Parung Panjang-Jasinga sepanjang sekitar 26,5 kilometer dalam arsip tersebut dirancang melintasi Parung Panjang, Rumpin, Cigudeg, Jasinga, dan Tenjo dengan enam titik stasiun.
Feeder KRL
Pengembangan jalur kereta itu diarahkan untuk melayani pergerakan komuter sekaligus menjadi pengumpan (feeder) penumpang menuju jaringan KRL Commuter Line Jabodetabek melalui Stasiun Parung Panjang.
Menurutnya rencana tersebut juga sejalan dengan pengembangan Parung Panjang sebagai pusat pelayanan area dan area berbasis pembangunan transportasi berorientasi transit (transit oriented development/TOD).
Sementara itu untuk Tenjo diarahkan untuk pengembangan stasiun peralatan dan penguatan konektivitas jaringan antarkota serta perkotaan.
Ia menegaskan rencana pembangunan transportasi tersebut tetap memerlukan kajian komprehensif, antara lain mengenai trase, kapasitas, keselamatan, tata ruang, kebutuhan lahan, akibat lingkungan, integrasi antar-moda, hingga kepantasan investasi.
Dokumen Dishub Kabupaten Bogor membagi pengembangannya menjadi empat tahapan, dimulai dari prastudi kelayakan, penentuan trase sugestif dan konsultasi publik.
Tahapan berikutnya meliputi studi kepantasan komprehensif, kajian mengenai akibat lingkungan (amdal), kreasi awal, penyusunan perincian engineering design (DED), pembebasan lahan, serta penentuan skema pendanaan.
Setelah tahapan tersebut rampung, proyek dapat dilanjutkan dengan bangunan fisik, pengadaan sarana kereta, uji coba terbatas hingga operasional penuh.
"Semua kudu dikaji secara komprehensif. Arahan bupati adalah gimana kita menyiapkan transportasi nan tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan Kabupaten Bogor ke depan," kata Ajat.
(antara/kid)
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·