Pemkab Lombok Tengah Perbarui Rambu Bahaya di Tempat Wisata Antisipasi Kecelakaan

Sedang Trending 59 menit yang lalu

, LOMBOK TENGAH, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) berencana melakukan pembaruan alias update rambu bahaya di sejumlah tempat wisata. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi potensi kecelakaan laut nan dapat menimpa visitor maupun masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah, Lali Muhammad Hatta, menyatakan bahwa rambu-rambu ancaman sebenarnya telah terpasang di beragam lokasi. Namun, kondisinya saat ini banyak nan rusak dan hilang.

"Rambu-rambu ancaman di lokasi wisata itu telah dipasangkan semua, hanya saja ada nan rusak maupun hilang," ujar Lali Muhammad Hatta di Lombok Tengah, Senin.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pihaknya saat ini sedang mengusulkan anggaran revitalisasi rambu bahaya. Pembaruan bakal dilakukan secara menyeluruh di semua destinasi wisata, termasuk area pantai, air terjun, dan wisata buatan.

"Kami segera melakukan update rambu ancaman di lokasi wisata tersebut. nan jelas kami update di semua tempat wisata, sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kecelakaan," tegasnya.

Kawasan Pantai Semeti Dinilai Ekstrem

Desakan untuk memperbarui rambu ancaman ini menguat setelah terjadinya kejadian kecelakaan nan menimpa visitor di area Pantai Semeti, Kecamatan Praya Barat. Lali Muhammad Hatta menyebut area tersebut memang cukup rawan lantaran karakteristiknya nan berupa batu karang dengan ombak besar.

"Kawasan itu cukup berbahaya, lantaran itu batu karang dan ombaknya cukup besar. Tempat itu memang cukup ekstrem," katanya.

Ia mengimbau agar visitor tidak mengunjungi titik-titik rawan hanya untuk sekadar berswafoto alias mengambil video. Peringatan ini disampaikan mengingat kejadian terbaru nan melibatkan empat visitor di Pantai Semeti.

Kronologi Kecelakaan di Pantai Semeti

Sebelumnya, Tim SAR campuran Mataram mengevakuasi empat visitor nan jatuh saat berswafoto di area Pantai Semeti pada Minggu lalu. Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, Gde Eka Suarjana, menjelaskan peristiwa itu bermulai sekitar pukul 12.00 WITA.

Korban atas nama Sabila (asal Desa Sekotong) terjatuh dari tebing dan terseret ombak. Melihat kejadian itu, tiga rekannya, ialah Anisa (asal Desa Karang Bakan Kuripan), Dimas, dan Fedi (asal Pancor Tempos) berupaya meraih dan menolong korban.

Mereka kemudian meminta support kepada penduduk dan nelayan setempat. Informasi kecelakaan tersebut juga diteruskan ke Tim SAR Mandalika. Seluruh korban sukses ditemukan dan dievakuasi oleh nelayan setempat menuju Klinik Selong Medical Service.

"Dari empat korban, satu ditemukan dalam keadaan meninggal bumi atas nama Sabila, dan tiga korban lainnya mengalami luka-luka," ungkap Gde Eka Suarjana.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional