Pemkab Belitung Genjot Potensi UMKM di Wilayah 3T untuk Dongkrak Ekonomi

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

, TANJUNGPANDAN, – Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terus berupaya mengembangkan potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Langkah strategis ini digencarkan guna mendongkrak perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Kepala Bidang Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKUKMPTK Belitung, Edi Siswaya, mengatakan bahwa konsentrasi pengembangan salah satunya diarahkan ke Pulau Sumedang, Kecamatan Membalong. “Kami bakal terus mengembangkan potensi UMKM di wilayah 3T Belitung salah satunya di Pulau Sumedang,” ujarnya di Tanjungpandan, Sabtu.

Edi menjelaskan, Pulau Sumedang terkenal dengan produk olahan hasil perikanan dan kekayaan laut. Produk unggulan seperti ikan asin, ikan teri, dan kerupuk ikan dari pulau tersebut mempunyai cita rasa lezat dan lezat. Kualitas ini membikin produk mereka bisa bersaing dengan produk UMKM lainnya.

“Produk UMKM dari wilayah 3T ini sudah masuk ke Galeri UMKM Belitung serta toko oleh-oleh dan diminati oleh para wisatawan,” jelasnya.

Tantangan Infrastruktur Digital

Meskipun mempunyai potensi besar, para pelaku UMKM di wilayah 3T menghadapi tantangan serius dalam mengembangkan usaha. Kendala utama nan dihadapi adalah prasarana digital nan belum memadai, sehingga menyulitkan mereka untuk beranjak ke ekosistem digital dalam memasarkan produk secara daring.

“Infrastruktur digital dan konektivitas internet nan belum merata di area 3T menjadi salah satu hambatan utama,” kata Edi. Ia menilai produk UMKM di wilayah 3T mempunyai potensi besar untuk merambah pangsa pasar nan lebih luas. Untuk mengatasi halangan tersebut, pemerintah perlu melakukan intervensi khusus.

Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perdagangan dan Tenaga Kerja (DKUKMPTK) Belitung terus berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan literasi digital. Langkah ini dinilai krusial untuk mengembangkan kapabilitas pelaku UMKM di wilayah 3T.

“Sebab kebanyakan pelaku UMKM tetap bertumpu pada metode konvensional dan belum menguasai pembukuan modern. Ditambah lagi keterbatasan peralatan modern dan tetap kurang training komprehensif, sehingga kapabilitas produksi serta daya saing penemuan produk mereka di pasar luar condong terhambat,” ujarnya.

Harapan pada Koperasi Desa Merah Putih

Edi berambisi kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat menjadi motor penggerak solusi. Peran koperasi sangat diharapkan, khususnya dalam membantu manajemen promosi dan pemasaran produk UMKM dari wilayah 3T.

“Pihak koperasi berkomitmen membangun jembatan pengedaran dan memfasilitasi program promosi kolektif terintegrasi agar produk unik wilayah 3T Pulau Belitung bisa menembus segmentasi pasar nan lebih luas, sekaligus memangkas beban biaya logistik nan selama ini dikeluhkan pelaku usaha,” jelasnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional
↑