Banjir Bojongsoang Bandung(ANTARA FOTO/Novrian Arbi)
DELAPAN kecamatan di Kabupaten Bandung menjadi langganan banjir setiap tahun. Sementara 16 kecamatan lainnya merupakan daerah rawan banjir.
Kondisi itu membikin Pemerintah Kabupaten Bandung terus bergerak sigap menghadirkan langkah-langkah konkret guna mengatasi banjir tahunan di sejumlah area rawan. Penanganan dilakukan melalui kerjasama lintas sektor secara masif dengan menerapkan konsep pentahelix.
"Pemkab Bandung berkomitmen penuh menghadirkan solusi jangka panjang bagi penduduk terdampak banjir. Salah satu strategi terbaru nan tengah disiapkan adalah opsi relokasi bagi penduduk di area Bojongsoang nan selama ini kerap terendam parah saat musim hujan," ungkap Bupati Bandung Dadang Supriatna, Selasa (23/6).
Pemkab Bandung, lanjutnya, siap untuk menyiapkan lahan pemindahan letak penduduk nan ada di wilayah Bojongsoang. Daerah ini selamanya terendam saat musim hujan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa andaikan rencana relokasi ini mendapat persetujuan masyarakat, lahan nan ditinggalkan tidak bakal dibiarkan kosong. Pemkab Bandung berencana mengubah area tersebut menjadi prasarana pengendali banjir.
"Lahan tersebut nantinya bisa kita jadikan embung-embung alias waduk penampung air di wilayah Bojongsoang dan sekitarnya," tambahnya.
Selain berfokus pada penanganan banjir di area permukiman warga, Pemkab Bandung saat ini juga terus mematangkan rencana jangka panjang pembangunan kolam retensi di area Lanud Sulaiman, beriringan dengan usulan proyek serupa nan sudah disampaikan kepada Kementerian PU untuk wilayah Tegalluar dan Sukamanah.
"Secara prinsip, alat-alat dari kita sudah siap, tinggal kapan kita memulainya," terangnya. (SG)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·