Pemkab Badung Genjot Infrastruktur Jalan, Salah Satu Upaya Urai Kemacetan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
Lalu lintas di area Badung, Bali. Foto: Dok. Pemkab Badung

Pemerintah Kabupaten Badung mempercepat pembangunan prasarana jalan di sejumlah wilayah strategis sebagai bagian dari peningkatan konektivitas dan salah satu langkah untuk mengurai kemacetan nan terjadi, khususnya di area pariwisata.

Kepadatan lampau lintas tetap kerap terjadi di wilayah Kuta Selatan, terutama di jalur Jimbaran, Balangan, hingga Pecatu dan akses menuju Uluwatu. Lonjakan kendaraan pada jam sibuk dan musim liburan menyebabkan perlambatan arus nan berakibat pada mobilitas masyarakat dan wisatawan.

Pemkab Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa berbareng Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menjadikan pembangunan prasarana jalan sebagai program prioritas. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ditugaskan sebagai pelaksana teknis.

Sejumlah proyek jalan saat ini tengah dipersiapkan dan sebagian telah memasuki tahap pengadaan lahan serta perencanaan bangunan sejak 2024. Pemerintah menargetkan seluruh proyek dapat rampung secara berjenjang hingga 2028.

“Menindaklanjuti pengarahan Bupati I Wayan Adi Arnawa, kami Dinas PUPR Badung berkomitmen mempercepat pembangunan prasarana jalan secara terencana dan berkelanjutan, termasuk membuka akses baru untuk memperkuat konektivitas dan mengurai kemacetan di area strategis.

Pembangunan bakal dilakukan berjenjang hingga 2028, dengan kajian teknis nan matang dan sinergi lintas sektor, sehingga dapat mendukung kelancaran mobilitas, pertumbuhan ekonomi, dan pelayanan publik,” ujar Plt Kadis PUPR Badung, A. A. Rama Putra.

Pengembangan prasarana jalan difokuskan pada pembukaan jalur pengganti dan penguatan konektivitas antarwilayah nan selama ini menjadi titik kepadatan.

Di area Kuta Selatan, pemerintah mengembangkan Jalan Lingkar Selatan (JLS) Segmen 4 nan menghubungkan area Jimbaran, Balangan, hingga Pecatu. Selain itu, dibangun pula jalur penghubung baru seperti trase Pura Kulat menuju Labuan Sait, Pecatu menuju Pura Kulat, hingga konektivitas ke area Melasti dan Pasar Desa Adat Pecatu.

Rangkaian pembangunan jalan ini diharapkan dapat mengurai kemacetan dan memperlancar akses menuju lokasi wisata sekaligus mendistribusikan arus kendaraan nan selama ini terpusat di jalan utama.

Sementara di Kuta Utara, pengembangan difokuskan pada peningkatan konektivitas antar area padat aktivitas, termasuk jalur Semer menuju Teuku Umar Barat serta penghubung Subak Sari, Batu Bolong, hingga Umalas. Infrastruktur ini diharapkan dapat mengurangi tekanan lampau lintas di area permukiman dan pariwisata nan berkembang pesat.

Di wilayah Abiansemal, pembangunan jalan diarahkan untuk memperkuat jalur penghubung antarwilayah, khususnya koridor Penarungan menuju Mambal, nan selama ini menjadi pengganti pergerakan masyarakat dari dan menuju pusat aktivitas.

Sedangkan di Kecamatan Mengwi, pemerintah melakukan pengembangan jaringan jalan dalam skala besar sebagai tulang punggung konektivitas baru.

Beberapa ruas strategis seperti koridor Gatot Subroto Barat menuju Mengwi, Abianbase ke Penarungan, hingga jalur Gulingan dan Tambaksari dikembangkan untuk mendukung pengedaran arus kendaraan dari area selatan ke wilayah tengah dan barat Badung.

Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan jalan baru, pelebaran kapabilitas jalan, pembangunan jembatan, serta pengadaan lahan di beragam titik strategis.

Melalui pengembangan ini, Pemkab Badung berambisi arus lampau lintas dapat terdistribusi lebih merata, mobilitas masyarakat meningkat, serta mendukung keberlanjutan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan