Arie Dwi Satrio
, Jurnalis-Selasa, 13 Oktober 2026 |12:34 WIB

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran (foto: dok Okezone)
JAKARTA - Partai Gerindra merespons rapor dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka nan dirilis Center of Economic and Law Studies (Celios). Gerindra menilai laporan tersebut memuat tuduhan tanpa bukti dan menggunakan penilaian subjektif untuk mendiskreditkan pemerintah.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso menegaskan, kerakyatan tetap melangkah terbuka di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Dia menilai tudingan pembatasan kebebasan sipil dalam laporan Celios mengabaikan kebenaran bahwa kritik terhadap pemerintah tetap dapat disampaikan secara terbuka.
"Menuding pemerintah membatasi kebebasan sipil justru mengabaikan kebenaran bahwa kerakyatan di era Prabowo-Gibran tetap melangkah terbuka, di mana kritik konstruktif diterima. Penegakan norma kudu ditegakkan secara setara tanpa pandang bulu terhadap pelanggar hukum. Jika memang pemerintahan ini otoriter, tidak mungkin rilis Celios ini bisa beredar dalam wacana publik kita," ujar Sugiat, Selasa (13/10/2026).
Anggota DPR dari Fraksi Gerindra itu juga menilai, hasil survei dan rapor nan disusun golongan nan disebut sebagai "Kabinet Bayangan" tidak semestinya menjadi tolok ukur utama untuk menilai keahlian pemerintahan. Menurutnya, penilaian tersebut mengalihkan perhatian dari upaya pemerintah menyelesaikan persoalan masyarakat.
"Presiden Prabowo tidak dipilih oleh rakyat untuk menyenangkan para pengamat, melainkan untuk mengeksekusi perubahan nyata nan berakibat langsung untuk kesejahteraan rakyat," katanya.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·