Pemerintah Tegaskan Kunjungan Luar Negeri Presiden Bukti Proaktif RI di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto merupakan gambaran politik luar negeri bebas aktif Indonesia di tengah eskalasi tensi geopolitik global.

Sugiono menjelaskan bahwa perkembangan dan dinamika geopolitik dunia saat ini menuntut Indonesia untuk memainkan peran nan lebih aktif. Oleh lantaran itu, Indonesia perlu menjalankan strategi diplomasi guna melindungi kepentingan nasional sekaligus berkontribusi dalam upaya perdamaian dunia.

"Terkait dengan perkembangan dan dinamika nan terjadi saat ini, kita tidak bisa mengikuti jalur-jalur konvensional lantaran situasinya juga tidak biasa. Dan ini banget mengundang Indonesia mau terlibat dalam upaya perdamaian dan ketertiban bumi secara proaktif," jelas Sugiono, Rabu (3/6).

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa kunjungan kenegaraan tersebut juga sejalan dengan petunjuk konstitusi. Dalam perihal ini, Indonesia perlu datang dalam beragam forum internasional dan pertemuan bilateral untuk memperkuat perannya di kancah global.

Selain itu, langkah tersebut juga mencerminkan politik luar negeri Indonesia nan tidak berpihak kepada blok alias negara tertentu. Sebagai implementasinya, Indonesia perlu menjalin persahabatan dan kemitraan nan lebih erat dengan organisasi internasional, terutama di tengah dinamika dunia saat ini.

"Jadi implementasinya alias konsekuensinya dari ini adalah kita kudu datang di banyak tempat. Kita kudu berkawan dengan semuanya," jelas Sugiono.

Namun demikian, langkah tersebut tetap dijalankan secara terukur. Sugiono mengatakan bahwa seluruh kunjungan kenegaraan Presiden telah direncanakan secara matang dan didahului oleh prosedur diplomatik nan sesuai.

"Jadi Presiden menentukan, kita kasih saran mengenai substansi-substansi dan prioritas nan perlu dibahas," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita