Pemerintah Siapkan Insentif Pajak buat Pabrik Baterai CATL di Karawang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan insentif pajak besar-besaran bagi pabrik baterai listrik raksasa di Karawang, Jawa Barat sedang dipersiapkan. Hal ini dibahas dalam rapat kordinasi nan dilakukan dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan pada Selasa 30 Juni 2026.

Sekjen Kementerian ESDM Ahmad Erani Yustika mengatakan salah satu nan dibahas ialah soal interpretasi patokan mengenai akomodasi tax holiday untuk proyek Dragon di Karawang nan melibatkan Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dan Indonesia Battery Corporation (IBC).Rapat tersebut juga membahas penguatan insentif perpajakan bagi proyek-proyek hilirisasi di sektor energi.

"Oh itu mengenai dengan ini, jadi masalah tax holiday nan diajukan oleh proyek dragon nan di Karawang itu mengenai interpretasi atas keputusan Menteri Keuangan mengenai dengan tax holiday. Kan ada beberapa perubahan, nah itu menyangkut penggunaan tahun itu," ujar Erani saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erani mengatakan saat ini pihaknya terus melakukan pengharmonisan mengenai perihal tersebut. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah proyek dragon memenuhi syarat memperoleh akomodasi tax holiday.

"Nah itu perlu ada kesepahaman lah antara DJP dengan BKPM, dengan ESDM ya, untuk memastikan apakah proyek dragon tadi itu, CATL, beberapa ininya, joint venture-nya, JVC-nya itu bisa memperoleh akomodasi tersebut," ungkap Erani.

Sebelumnya, dalam unggahan resmi IG @tanjungyuliot, disebutkan rapat kordinasi dilakukan antara Kementerian ESDM dan DJP.

Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah menciptakan suasana investasi nan lebih kompetitif, mempercepat pengembangan industri hilir, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat ketahanan daya nasional.

"Langkah ini menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana investasi nan lebih kompetitif, mempercepat pengembangan industri hilir, serta mendukung peningkatan nilai tambah sumber daya alam dan ketahanan daya nasional," ujar Yuliot dikutip dari IG resminya.

(hrp/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance