Harga Emas Tak Terbang Saat Timur Tengah Kembali Memanas, Ini Sebabnya

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Harga emas condong stagnan meski kondisi di Timur Tengah kembali memanas. Berbeda dengan sebelumnya di mana nilai emas terus naik apalagi sampai tembus Rp 3 juta per gram.

Asal tahu saja, nilai emas Antam 24 karat sepanjang perdagangan 20-25 Juli 2026 hanya naik sebesar Rp 2.000 per gram.

Pengamat mata duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menyampaikan salah satu penyebab nilai emas belum kembali melesat adalah berubahnya pilihan masyarakat dalam berinvestasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ibrahim menyampaikan masyarakat saat ini lebih banyak mengalihkan biaya ke kurs asing (valas) untuk mengejar untung jangka pendek dibandingkan dengan berinvestasi pada emas nan lebih pada mengamankan aset semata.

"Nah ini nan orang akhirnya condong bahwa saya mempunyai logam mulia sebagai safe haven lindung nilai saat ini, tapi untuk mendapatkan keuntungan, mendapatkan cuan secara jangka pendek ya saya kudu melakukan pembelian kurs asing agar mendapatkan untung lebih cepat," ujar Ibrahim saat dihubungi detikcom, Minggu (26/7/2026).

Selain itu, Ibrahim mengatakan selisih nilai beli dan nilai buyback emas nan tetap lebar juga membikin minat masyarakat membeli emas berkurang.

Menurutnya, selisih nan sempat mencapai lebih dari Rp 300 ribu membikin calon pembeli cemas merugi saat menjual kembali emasnya.

"Pada saat minat masyarakat terhadap logam mulia tinggi, kemudian Antam membikin buyback-nya nilai beli dan jual kan melebar sampai Rp 300 ribu kan. Bahkan lebih dari Rp 300 ribu. Nah sehingga apa? Orang pada saat saya jika membeli kelak mau jual pasti rugi. Berarti saya kudu membeli kurs asing nan buyback-nya lebih kecil," katanya.

Lebih lanjut, Ibrahim memprediksi nilai emas bakal terus alami peningkatan. Hal ini terjadi lantaran perang di Timur Tengah tetap berlanjut.

"Ya jika proyeksi ke depan sih ya tetap bagus ya secara 2027, 2028 tetap bagus. Ini sebenarnya kan persoalan perang nan tidak pernah usai," katanya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance