Pemerintah Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pemerintah Salurkan Rp17,5 Miliar untuk Program Pesantren Nyaman Belajar 2026 Kemenag dan Baznas menyalurkan support Rp17,5 miliar untuk pembaharuan 700 pesantren.(Dok. Kemenag)

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) berbareng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan support sebesar Rp17,5 miliar melalui Program Pesantren Nyaman Belajar (PNB) 2026. Dana tersebut dialokasikan untuk meningkatkan kepantasan sarana pendidikan dan kediaman santri di 700 pesantren nan tersebar di seluruh Indonesia.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Program Pesantren Nyaman Belajar bukan sekadar proyek pembaharuan pondok fisik. Menurutnya, inisiatif ini merupakan bagian dari ikhtiar besar pemerintah dalam membangun ekosistem pesantren nan ramah anak, sehat, aman, dan nyaman bagi para santri.

Nasaruddin menilai kebutuhan pengembangan pesantren saat ini tetap sangat besar. Oleh lantaran itu, dia menekankan pentingnya kerjasama lintas sektor antara pemerintah, Baznas, organisasi kemasyarakatan Islam, Lembaga Amil Zakat (LAZ), bumi usaha, hingga masyarakat luas.

"Kami berambisi program ini melangkah tepat sasaran, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan support info serta info pesantren nan jeli dari Kementerian Agama," ujar Nasaruddin dalam keterangannya, Kamis (17/9).

Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, menambahkan bahwa PNB merupakan salah satu dari 13 Program Prioritas Baznas periode 2026–2031. Program ini bermaksud memastikan biaya amal menjadi instrumen strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan nan layak, sesuai dengan prinsip Maqashid Syariah dalam menjaga logika dan keselamatan jiwa generasi muda.

Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan Baznas RI, Idy Muzayyad, menjelaskan bahwa program ini mempunyai kriteria prioritas khusus. Bantuan bakal difokuskan pada pesantren dengan minimal 35 persen santri dhuafa, pesantren nan melayani golongan rentan, serta lembaga nan berada di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan area rawan bencana.

Melalui sinergi ini, pemerintah dan Baznas berambisi proses pembelajaran di pesantren dapat melangkah lebih optimal dengan support akomodasi nan memadai dan lingkungan nan lebih kondusif bagi tumbuh kembang santri. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia