Pemerintah Respons Aksi Greenpeace soal Krisis Iklim dan Biaya Hidup

Sedang Trending 3 jam yang lalu

Di sisi lain, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurangi tekanan biaya hidup dan menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global. Salah satunya melalui paket stimulus ekonomi semester II 2026 senilai Rp 26,34 triliun.

Paket tersebut mencakup support beras sebanyak 10 kilogram bagi 33,24 juta penerima manfaat. Pemerintah juga mempertahankan nilai bahan bakar minyak (BBM) agar tidak naik hingga akhir 2026 serta menambah pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1 juta ton.

"Untuk meringankan biaya hidup, pemerintah menyiapkan paket stimulus semester II 2026 senilai Rp 26,34 triliun, termasuk support beras 10 kg bagi 33,24 juta penerima manfaat, nilai BBM nan tidak naik hingga akhir 2026, dan tambahan beras SPHP 1 juta ton untuk menahan gejolak nilai pangan," jelas Syahganda.

Pemerintah berambisi beragam langkah tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus menjaga stabilitas nilai di tengah tekanan ekonomi.

Syahganda mengakui penanganan krisis suasana dan perlindungan daya beli masyarakat tetap memerlukan upaya berkelanjutan. Karena itu, pemerintah membuka ruang bagi Greenpeace untuk menyampaikan masukan nan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kementerian terkait.

"Kami memahami pekerjaan ini belum selesai, lantaran itu kami membujuk Greenpeace terus menyampaikan info dan rekomendasinya kepada kementerian mengenai sebagai masukan perbaikan," pungkas Syahganda.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑