Jakarta -
Kementerian Haji dan Umrah menyebut penyelenggaraan haji 2026 terdampak bentrok panas nan terjadi di Timur Tengah (Timteng). Namun demikian, pemerintah terus memastikan kelancaran penyelenggaraan ibadah haji.
"Sampai dengan detik ini kita sudah matang bakal memberangkatkan jamaah mulai tanggal 22 April kloter pertama," kata Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak saat dihubungi, Jumat (10/4/2026).
Dahnil menjelaskan, situasi panas di Timur Tengah berakibat pada biaya penerbangan nan meningkat. Perintah Presiden RI, Prabowo Subianto, kenaikan biaya tersebut tidak dibebankan kepada jemaah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Prabowo sudah memberikan Perintah agar semua kenaikan biaya mengenai dengan penerbangan tidak boleh dibebankan kepada jamaah, negara yg kudu mencari solusi untuk meringankan. Maka, sekarang kami sedang mencari skema pembiayaan dari APBN dan Keuangan yg dikelola BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji)," jelasnya.
Selain itu, bentrok juga berakibat pada kesiapan logistik di tanah suci. Pemerintah RI sudah berkoordinasi dengan Kerajaan Saudi Arabia dan memastikan logistik untuk jemaah RI aman.
"Pemerintah kerajaan Saudi Arabia memberikan agunan bahwa kesediaan logistik pangan, daya dan air selama musim haji 3 bulan ke depan lebih dari cukup, dan mereka memberikan agunan bahwa penyelenggaraan haji bakal melangkah sebagaimana mestinya dan bakal tetap kondusif dan nyaman," kata dia.
"Insyaallah kita bisa beragama dengan khusyuk, haji adalah ibadah nan menyerukan perdamaian," imbuhnya.
(wnv/zap)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·