Pemerintah Pakai Jurus Ini Kejar Investasi Hijau US$ 2 Miliar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) resmi meluncurkan Green Indonesia Future Initiative (GIFT) pada Kamis (4/6/2026), di mana program tersebut menjadi penanda transisi dari program sebelumnya ialah Green Growth Program Fase III (GGP III).

Dalam peluncuran ini, turut datang Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Majelis dan Dewan Global Green Growth Institute (GGGI) Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, dan Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudi mengatakan perubahan suasana nan semakin masif membikin pemerintah kudu menerapkan model pembangunan baru nan mengedepankan pembangunan hijau, sehingga keberlanjutan terus melangkah hingga masa depan.

"Iklim nan sedang berubah sekarang ini bakal dibutuhkan model pembangunan baru, di mana pembangunan hijau tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena itulah ke depan cita-cita besar kita menjadi negara maju 2045 kudu dilandasi mulai dari pembangunan ekonomi hijau, green job, hingga pembangunan nan berbasis lingkungan hidup nan lebih komplit lagi," kata Rachmat Pambudi dalam sambutannya di aktivitas peluncuran GIFT, Kamis (4/6/2026).

Untuk mewujudkan Indonesia nan mencapai Net Zero Emission pada 2060, model pembangunan kudu berubah dan mengedepankan prinsip hijau dan berkelanjutan.

Rachmat Pambudi dalam sambutannya di aktivitas peluncuran GIFT, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)Rachmat Pambudi dalam sambutannya di aktivitas peluncuran GIFT, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata) Foto: Rachmat Pambudi dalam sambutannya di aktivitas peluncuran GIFT, Kamis (4/6/2026). (CNBC Indonesia/Chandra Dwi Pranata)

"Untuk menggapai Net Zero Emission 2060, ini kudu dimulai dari sekarang dan ini kudu dilengkapi dengan model-model pembangunan nan makin berubah. Indonesia mempunyai modal nan sangat besar untuk mewujudkan perihal tersebut," lanjut Rachmat.

Dalam paparan Kementerian PPN/Bappenas, ekonomi hijau sudah menumbuhkan pendapatan bagi Indonesia. Di 2022 lalu, kontribusi pemanfaatan kekayaan alam, terutama dari pengamanan tumbuhan dan hewan liar mencapai Rp10,88 triliun.

Potensi ekonomi hijau juga cukup menjanjikan, di mana sektor perikanan berpotensi menambah pundi-pundi pendapatan negara mencapai US$32 miliar. Selain itu, potensi pendapatan dari sumber daya genetik mencapai US$19,4 miliar.

Untuk mencapai ekonomi hijau Indonesia di 2045, pihaknya bakal menerapkan beberapa strategi kunci, seperti optimasi daya baru dan terbarukan (EBT), di mana saat ini baru mencapai 0,08% nan sudah termanfaatkan.

Berikutnya dari potensi angsuran karbon nan mencapai US$17 miliar dan hilirisasi industri nan bisa menarik investasi hingga US$46,4 miliar dan dapat menambahkan 180.000 lapangan kerja baru.

"Melalui beragam kebijakan pembangunan rendah karbon, pembangunan berketahanan iklim, ekonomi sirkular, pengelolaan rimba nan berkelanjutan, peningkatan kualitas lingkungan hidup, hingga pengembangan tenaga kerja hijau alias green job, ini merupakan langkah nan kudu kita siapkan sejak dini, termasuk daya transisi nan sekarang kudu kita lakukan," terangnya.

Dengan adanya sasaran mobilisasi investasi hijau hingga US$ 2 miliar periode 2026-2030, Rachmat mengungkapkan Indonesia tidak hanya mengejar negara maju di 2045, tetapi untuk menentukan seberapa sigap Indonesia bisa mencapai sasaran tersebut.

"Target mobilisasi investasi hijau nan saat ini tercatat US$ 2 miliar hingga 2030 tentu merupakan sasaran nan ambisius. Karena itu perjalanan menuju Indonesia Emas 2045 akhirnya bukan hanya ditentukan seberapa sigap ekonomi kita tumbuh, tetapi juga seberapa sigap kita melangkah dalam kerangka ke depan dan khususnya melampaui langkah-langkah awal nan kita lakukan hari ini," jelasnya.

Sebagai informasi, GIFT menjadi sebuah inisiatif transformasi hijau nan mengedepankan kepentingan generasi sekarang maupun generasi nan bakal datang. Target investasi GIFT mencapai US$ 2 miliar dengan konsentrasi pada skala ukuran program dan integrasi komponen regional.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News