ilustrasi(Antara)
Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berkomitmen memperkuat ekosistem upaya nan inklusif dan berkekuatan saing melalui penguatan legalitas serta standardisasi sebagai fondasi utama bagi pengusaha UMKM untuk tumbuh, berkembang, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional. Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting dalam Talkshow UMKM Insight Seri Pertama di Jakarta, Rabu (17/6), mengatakan salah satu tantangan utama dalam pemberdayaan UMKM saat ini adalah info pengusaha UMKM nan tetap tersebar di beragam lembaga sehingga belum dapat diakses secara terpadu.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian UMKM baru saja melaksanakan soft launching Superapps Sapa UMKM sebagai platform jasa terpadu nan mengintegrasikan info dan beragam jasa bagi pengusaha UMKM di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
"Platform ini dirancang sebagai wadah integrasi info dan jasa terpadu nan menghubungkan pengusaha UMKM di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia," kata Loto dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (18/6).
Loto menegaskan bahwa legalitas usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), serta standardisasi, termasuk sertifikasi halal, merupakan fondasi krusial agar pengusaha UMKM bisa berkembang secara berkepanjangan dan naik kelas. Menurutnya, legalitas dan standardisasi upaya menjadi pintu masuk utama bagi pengusaha UMKM untuk memperoleh akses terhadap beragam program pemerintah, mulai dari pendampingan usaha, sertifikasi, pembiayaan, hingga beragam corak fasilitasi pengembangan upaya lainnya.
"Pemerintah memastikan support penuh bagi pengusaha UMKM, termasuk memberikan kepastian insentif perpajakan nan meringankan. Untuk itu, Kementerian UMKM mengimbau seluruh pengusaha UMKM agar tidak mengabaikan aspek legalitas dan standardisasi usaha," terangnya.
Selain memperkuat aspek legalitas dan standardisasi, Loto menjelaskan bahwa Superapps Sapa UMKM juga menghadirkan info nan lebih jeli melalui fitur kajian nan bisa memberikan rekomendasi pengembangan upaya sesuai dengan profil masing-masing pengusaha UMKM.
Rekomendasi tersebut mencakup kesempatan mengikuti training secara berkala, akses terhadap pembiayaan bersubsidi seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun pengganti permodalan lainnya, ekspansi akses pasar melalui ekosistem digital, hingga fasilitasi ekspor melalui beragam program kolaborasi. Menurut Loto, pemanfaatan teknologi nan didukung kerjasama lintas sektor bakal memperkuat proses transformasi UMKM Indonesia menjadi lebih profesional, adaptif, dan mandiri.
"Melalui kerjasama nan kuat dan pemanfaatan teknologi nan tepat sasaran, UMKM Indonesia diharapkan bisa beralih bentuk secara profesional, mandiri, serta memberikan kontribusi nan semakin besar bagi kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan perekonomian nasional," tandasnya. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·