Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 24 Juni 2026 |15:07 WIB

Apindo (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah menggulirkan stimulus dan insentif senilai Rp26,34 triliun untuk mendongkrak aktivitas ekonomi sepanjang sisa tahun 2026. Kebijakan ini disambut positif oleh bumi upaya lantaran dinilai bisa menjaga momentum konsumsi rumah tangga di tengah tantangan ekonomi nan semakin dinamis.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Widjaja Kamdani, menilai kebijakan ini merupakan respons sigap nan sangat dibutuhkan masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi.
Dia menekankan soal intervensi fiskal pemerintah mempunyai peran vital dalam menopang fondasi konsumsi nasional.
"Tentunya bakal membantu daya beli. Kita kudu apresiasi pemerintah memperhatikan bahwa dengan kebutuhan-kebutuhan nan ada saat ini, stimulus nan digulirkan sampai akhir tahun saya rasa ini bakal sangat membantu," ujar Shinta saat ditemui di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Shinta mengatakan meskipun tantangan ekonomi saat ini cukup kompleks dan memerlukan pengawasan ekstra, kesiapan insentif tetap menjadi pendorong utama. Belajar dari kesuksesan kebijakan serupa selama periode pandemi Covid-19, dia optimistis stimulus ini dapat memberikan pengaruh domino bagi sektor riil.
Terkait sejauh mana efektivitas support ini bagi masyarakat, Apindo tetap bakal memantau dampaknya secara berkala di lapangan. Menurutnya, langkah pemerintah saat ini setidaknya telah menunjukkan komitmen nyata untuk merespons kebutuhan mendesak masyarakat.
"Insentif itu dibutuhkan lantaran bagaimanapun juga daya beli menjadi salah satu aspek penting. Kita mesti lihat dulu sampai sejauh mana, tapi paling tidakbsudah ada awal titik di mana pemerintah mulai memandang kebutuhan masyarakat seperti apa," kata Shinta.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·