Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan pemerintah bakal meningkatkan pembangunan di wilayah perbatasan, termasuk area perbatasan Indonesia–Filipina di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
"Program dari Bapak Presiden Prabowo, memerintahkan kepada Pak Ara Sirait (Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman), saya, Kepala BPS, dan semua untuk bekerja, untuk menangani perumahan, dan juga meningkatkan pembangunan di wilayah perbatasan," kata Tito dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Tito melakukan inspeksi di wilayah Sitaro nan sebelumnya terdampak banjir. Ia menegaskan kunjungan tersebut merupakan pengarahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan penanganan rumah penduduk nan rusak akibat bencana.
Kunjungan itu dilakukan berbareng Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti.
Strategi Pemerintah Perkuat Wilayah Perbatasan
Tito menjelaskan, pemerintah tengah menjalankan program penanganan rumah tidak layak huni di wilayah perbatasan. Kabupaten Sitaro menjadi salah satu letak prioritas, seiring akibat banjir nan dialami masyarakat serta tingkat kemiskinan nan tetap relatif tinggi.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat wilayah perbatasan, baik dari sisi kesejahteraan masyarakat maupun aspek pertahanan.
"(Kebijakan ini sebagai upaya) menjaga wilayah perbatasan sebagai buffer zone keamanan, pertahanan, juga untuk keadilan rakyat agar nasionalisme meningkat, negara hadir," tuturnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·