Pemerintah Evaluasi Pola Distribusi MBG Usai Kasus Keracunan Massal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah tengah mengevaluasi pola pengedaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ratusan anak sekolah di Sidoarjo, Jawa Timur, keracunan massal.

Menteri Koordinator bagian Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, masa pertimbangan pola pengedaran ini bakal dilakukan selama dua bulan, lantaran saat pengecekan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) namalain dapur MBG tak ada indikasi penyebab keracunan anak.

"Karena gini, dapur bagus, semua bagus, tapi budaya ya. Misalnya masak, harusnya dikirim jam 6, mungkin bangunnya kesiangan dikirimnya jam 11. Ah itu menimbulkan keracunan," kata Zulhas saat ditemui usai menghadiri aktivitas Lampung Financial Festival, Sabtu (5/9/2026)

"Kalau masak jam 6 kan makannya jam 11, kudu ada berapa jam kan. Lah, jika dikirimnya jam 11 makannya jam 3? Itu kan murni kesalahan, kesalahan manusia, bisa juga kelalaian alias sengaja," tegasnya.

Zulhas pun memastikan, setelah pertimbangan dilakukan, dan adanya indikasi kelalaian manusia, maka SPPG tempat MBG itu diolah dan didistribusikan bakal dikenakan hukuman tegas, lantaran menyangkut kesehatan 60 juta penerima manfaat.

"Saya sudah minta tidak boleh ada toleransi nan lalai. Ganti! Ganti! Ganti! SPPG-nya siapa saja nan terlibat, ganti! Kita tidak boleh mempertaruhkan anak kita walaupun satu orang keracunan. Kalau nan enggak disiplin, nan lalai, ganti!" tegasnya.

Ia pun mengaku mendukung upaya jalur norma bagi nan sengaja melakukan kesalahan hingga menyebabkan anak-anak sekolah keracunan MBG. "Lihat kelak kesalahannya, jika sengaja, ya gitu (hukum)".

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News