Anggota Komisi I DPR P TB Hasanuddin(MI/Susanto)
ANGGOTA Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin meminta pemerintah memperkuat sosialisasi kepada masyarakat mengenai akibat dan akibat norma bagi penduduk negara Indonesia (WNI) nan berasosiasi dengan angkatan bersenjata negara asing. Hal ini merespons info mengenai dugaan perekrutan delapan WNI menjadi tentara Rusia.
Menurut TB Hasanuddin, pemerintah tidak perlu hanya berfokus mempermasalahkan keberadaan delapan WNI tersebut. Kasus itu, kata dia, semestinya menjadi bahan pertimbangan pemerintah untuk mencegah kejadian serupa terulang.
“Namun nan paling krusial adalah tidak mempermasalahkan delapan orang itu, wong sudah telanjur kok. nan paling penting, ini menjadi pengalaman bagi pemerintah Indonesia,” kata TB Hasanuddin dalam keterangannya, Rabu (2/9).
Karena itu, dia mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memberikan info secara rinci kepada masyarakat mengenai patokan dan akibat andaikan WNI memutuskan berasosiasi dengan militer negara asing.
TB Hasanuddin menilai info tersebut krusial disampaikan secara jeli agar masyarakat memahami akibat dari keputusan menjadi prajurit negara lain, termasuk mengenai status kewarganegaraan.
Pensiunan perwira tinggi TNI itu mengatakan keputusan WNI berasosiasi dengan militer asing pada umumnya dilatarbelakangi argumen ekonomi. Namun, terdapat pula kemungkinan argumen lain, seperti kemauan untuk memperoleh kebangsaan negara tersebut.
“Ya pada umumnya komersial. Atau ada tujuan lain, misalnya dia bekerja di sana sudah cukup lama kemudian mau menjadi penduduk negara. Salah satu jalan nan sigap itu adalah masuk menjadi prajurit setempat, begitu,” kata TB Hasanuddin.
Dia juga mengingatkan bahwa keputusan berasosiasi dengan angkatan bersenjata negara asing mempunyai akibat terhadap status kebangsaan Indonesia.
“Nah konsekuensinya itu nan saya tahu, ada nan memang mereka tahu jika masuk menjadi prajurit, maka secara otomatis lenyap kebangsaan Indonesianya. Tetapi ada juga nan sudah tahu dan sengaja,” ujar dia.
Sebelumnya, Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina (SZRU) mengungkap dugaan perekrutan delapan WNI untuk berasosiasi dengan militer Rusia dan bertempur melawan Ukraina.
SZRU menyebut Rusia merekrut penduduk asing dengan menawarkan sejumlah keuntungan, seperti penghasilan tinggi, tunjangan sosial, percepatan proses memperoleh kebangsaan Rusia, hingga pekerjaan nan disebut tidak berangkaian dengan aktivitas tempur. (P-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·