Krisis Chip Diprediksi Lama, HP Indonesia Sarankan Beli Laptop-PC Sekarang

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Jajaran produk laptop HP OmniBook series. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan

Waktu terbaik membeli laptop alias komputer (PC) adalah sekarang, terutama bagi konsumen nan memang memerlukan perangkat baru. Hewlett-Packard (HP) Indonesia menyarankan konsumen tidak menunda pembelian lantaran krisis chip memori dunia diperkirakan tetap bakal bersambung hingga beberapa tahun ke depan.

Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia, Edo Jonathan Chandra, mengatakan kenaikan nilai laptop dan PC susah dihindari jika nilai chip memori terus meningkat. Kelangkaan terjadi lantaran produsen memori mengalokasikan lebih banyak kapabilitas produksinya untuk memenuhi kebutuhan data center dan server kepintaran buatan (AI).

Banyak konsumen menanyakan kepada saya, kapan waktu terbaik untuk refresh PC alias perangkat elektronik? Waktu terbaiknya sekarang.

- Edo Jonathan Chandra, Consumer Personal System Category Manager HP Indonesia -

Perkembangan AI mendorong pembangunan info center dan meningkatkan permintaan terhadap chip memori sejak akhir 2025. Server AI memerlukan memori dalam jumlah besar untuk memproses dan menyimpan data.

Produsen chip kemudian memprioritaskan pasokan untuk info center. Kondisi tersebut mengurangi kesiapan komponen bagi perangkat konsumen seperti laptop dan PC.

Edo Jonathan Chandra, Consumer Personal System Category Manager, HP Indonesia. Foto: Agaton Kenshanahan/kumparan

Menurut Edo, konsumsi chip memori untuk server AI telah menyerap sebagian besar pasokan, terutama di Amerika Serikat.

"Di AS, AI server itu sudah banyak sehingga kontribusi konsumsi memori untuk mereka sudah menyantap cukup besar,” ujarnya saat ditemui di aktivitas The OmniBook Clubhouse, Selasa (1/9/2026).

Krisis Chip Memori Diprediksi Berlangsung hingga 2028

Lembaga riset pasar International Data Corporation (IDC) dan Samsung memperkirakan tekanan terhadap pasokan chip memori dunia dapat berjalan hingga 2028. Edo sependapat dengan proyeksi tersebut lantaran HP juga telah merasakan akibat kenaikan nilai komponen.

Jika kelangkaan berlanjut, produsen laptop dan PC berpotensi menyesuaikan nilai jual untuk menutupi kenaikan biaya produksi. Konsumen nan menunda pembelian dapat menghadapi nilai perangkat nan lebih tinggi dalam beberapa tahun mendatang.

Ilustradi info center. Foto: Gorodenkoff/Shutterstock

Meski demikian, Edo memastikan HP Indonesia tetap mempunyai persediaan chip nan cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam waktu dekat.

"Kami sudah mempunyai stok nan cukup. Jadi, konsumen tidak perlu cemas mengenai perihal itu," tutup Edo.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan