Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid (kanan) berbareng Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja berbareng Komisi I DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/9/2025( ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/YU)
KOMISI I DPR RI mendorong pemerintah segera mengambil langkah diplomasi tegas menyusul gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian di Libanon. Insiden nan melibatkan tank Israel itu, berasas hasil investigasi PBB, dinilai bukan hanya menjadi duka bagi family besar TNI, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia.
Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menyatakan, Indonesia mempunyai posisi kuat untuk menuntut kejelasan atas peristiwa tersebut. Menurutnya, kontribusi aktif Indonesia dalam misi perdamaian bumi menjadi dasar moral sekaligus politik untuk meminta pertanggungjawaban.
"Kami menegaskan bahwa pemerintah perlu segera mengambil langkah diplomasi nan tegas dan terukur, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral, untuk memastikan adanya akuntabilitas dan keadilan atas kejadian tersebut," ujar Dave saat dihubungi, Rabu (8/4).
Ia menambahkan, Indonesia berkuasa menuntut penjelasan serta agunan perlindungan bagi setiap personel nan bekerja di bawah bendera internasional. Hal ini krusial mengingat peran Indonesia nan konsisten dalam mendukung misi perdamaian PBB.
Dalam kegunaan pengawasan, imbuh Dave, Komisi I DPR juga mendorong penguatan koordinasi lintas kementerian, terutama antara Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan. Langkah ini dinilai krusial agar upaya diplomasi melangkah efektif sekaligus menjaga kepentingan nasional.
Selain itu, Dave menekankan perlunya pertimbangan menyeluruh terhadap sistem perlindungan bagi prajurit TNI nan bekerja di luar negeri.
"Kami juga menekankan pentingnya pertimbangan menyeluruh terhadap sistem perlindungan norma dan operasional bagi pasukan TNI nan bekerja di luar negeri, sehingga setiap prajurit dapat menjalankan misi dengan rasa kondusif dan terlindungi," kata dia.
Komisi I DPR memandang tragedi tersebut kudu menjadi momentum untuk memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan diplomasi internasional. Di tengah duka, DPR memandang pengorbanan prajurit TNI sebagai injakan untuk mendorong tatanan dunia nan lebih adil.
"Dengan semangat kebersamaan dan optimisme, kami percaya bahwa pengorbanan prajurit TNI tidak bakal sia-sia, melainkan menjadi injakan bagi terciptanya tatanan dunia nan lebih adil, damai, dan manusiawi," pungkas Dave. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·