Pemerintah Buka Pendaftaran Agen Perlinsos, Butuh 250.000 Orang

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan membujuk masyarakat untuk mendaftarkan diri menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos). Pemerintah memerlukan sekitar 250 ribu pemasok di Pulau Jawa untuk mempercepat penyaluran support sosial berbasis digital.

Ajakan tersebut menjadi bagian dari aktivitas nasional transformasi Perlinsos Digital nan digagas pemerintah untuk memastikan support sosial betul-betul menjangkau masyarakat nan berkuasa hingga lapisan terbawah.

Luhut menyampaikan seruan tersebut setelah mengumpulkan Gubernur Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, beserta jejeran Pangdam, Kapolda, hingga seluruh Dandim dari ketiga wilayah tersebut. Konsolidasi tersebut dilakukan untuk mempercepat penyelenggaraan uji coba Perlinsos Digital nan tengah berjalan.

"Dalam pertemuan ini saya memberikan petunjuk krusial: kita wajib memperluas jaringan Agen Perlinsos secara masif dengan melibatkan ASN, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Mengapa mereka? Karena abdi negara dan aparatur inilah ujung tombak negara nan sehari-hari berinteraksi langsung serta paling memahami kondisi warganya hingga tingkat tapak," urai Luhut.

Butuh 250 Ribu Agen di Jawa

Pemerintah mencatat sebanyak 4,3 juta Kepala Keluarga (KK) telah terdaftar di 258 kabupaten/kota nan menjadi letak piloting Perlinsos Digital.

Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 48 juta KK pada Desember 2026. Untuk mengejar sasaran tersebut, pemerintah memerlukan sekitar 250 ribu Agen Perlinsos unik di wilayah Pulau Jawa.

Agen Perlinsos nantinya berkedudukan membantu masyarakat dalam proses pendaftaran maupun pengajuan sanggahan mengenai support sosial.

Luhut menegaskan, pemasok tidak mempunyai kewenangan untuk menentukan siapa nan berkuasa menerima bantuan. Peran mereka hanya membantu penduduk mengakses sistem.

"Terkait peran Agen Perlinsos, perlu saya pastikan juga bahwa mereka bukanlah pihak nan menentukan seseorang berkuasa menerima support alias tidak. Tugas mereka murni sebagai 'loket pelayanan bergerak' nan membantu penduduk untuk mendaftar kapan saja dan di mana saja. Keputusan akhir sepenuhnya melangkah melalui verifikasi sistem otomatis nan obyektif berasas integrasi info nasional," tegasnya.

Luhut mengatakan digitalisasi Perlinsos juga ditujukan untuk memangkas proses pengajuan support nan selama ini kudu melewati sekitar tujuh tahapan secara berjenjang dan memerlukan waktu.

Melalui sistem baru, masyarakat dapat melakukan pendaftaran maupun mengusulkan sanggahan secara mandiri. Adapun, pemerintah juga berambisi sistem tersebut dapat membikin akses terhadap support sosial menjadi lebih mudah sekaligus mengurangi akibat masyarakat nan sebenarnya berkuasa justru tidak mendapatkan support lantaran tidak tercatat dalam sistem.

Masyarakat nan mau menjadi Agen Perlinsos dapat melakukan pendaftaran melalui portal resmi agent-perlinsos.kemensos.go.id.

"Tujuan dari upaya ini sederhana: jangan sampai ada masyarakat nan berhak, tetapi tidak mendapatkan support hanya lantaran tidak tercatat alias kesulitan mengakses sistem. Birokrasi kudu semakin dekat, melayani dengan mudah sehingga support sosial diterima oleh mereka nan betul-betul membutuhkan," tutup Luhut.

(chd/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News