Pemerintah Buka Opsi Tarik Pasukan TNI dari Lebanon, Ini Syaratnya

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyebut penarikan pasukan TNI dari Lebanon bisa menjadi opsi jika situasi di lapangan tidak kondusif dan UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) tak lagi bisa menjamin perlindungan prajurit. Pemerintah menegaskan keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan penugasan misi perdamaian.

"Apabila mandat UNIFIL tidak lagi bisa memberikan perlindungan bagi personel pemelihara perdamaian, maka penarikan pasukan lebih awal menjadi salah satu opsi nan dipertimbangkan," kata Kepala Biro Humas dan Data Informasi (Karo Humas Datin) Kemenko Polkam, Brigjen TNI Honi Havana saat dikonfirmasi, Selasa (12/5/2026).

Namun, dia menilai hingga saat ini pengiriman pasukan ke Lebanon tetap layak dilakukan dengan beragam pertimbangan keamanan.

Honi menjelaskan, pemerintah terus menerima laporan terbaru dari TNI dan KBRI Beirut mengenai kondisi wilayah rawan konflik. Kedua pihak juga telah menyiapkan langkah mitigasi andaikan terjadi ancaman terhadap keselamatan prajurit di lapangan.

Selain opsi penarikan, pemerintah juga membuka kemungkinan reposisi pasukan ke wilayah nan lebih kondusif sesuai perkembangan situasi.

“Reorganisasi dan reposisi kekuatan pasukan dengan pertimbangan efektivitas perlindungan, bisa berupa pengosongan alias pemindahan pos satgas sesuai dengan situasi keamanan nan berlaku,” ujarnya, dilansir Antara.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmen terhadap sistem PBB dalam memastikan akuntabilitas dan perlindungan bagi pasukan perdamaian. Indonesia, kata Honi, tetap mendorong investigasi transparan jika terjadi kejadian nan menakut-nakuti keselamatan prajurit TNI di Lebanon.

Dengan beragam skenario tersebut, pemerintah memastikan personel TNI nan tergabung dalam Satgas Kontingen Garuda (Satgas Konga) UNIFIL bakal tetap mendapat support penuh. Pada akhir Mei 2026, Indonesia kembali mengirim 780 prajurit untuk menggantikan pasukan nan telah menyelesaikan masa tugas selama satu tahun di Lebanon.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita