Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Indonesia membantah menolak tawaran support penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) dari Malaysia.
Karo Humas Datin Kemenko Polkam Brigjen TNI Honi Havana mengatakan pemerintah sekarang tengah berkomunikasi dengan Malaysia lewat Kementerian Luar Negeri perihal urusan tersebut.
"Jadi, bukan tidak ada kata kita menolak, tidak, lantaran ini untuk kepentingan masyarakat kita juga dan kita mengapresiasi tawaran itu, semuanya tetap berproses, tentunya banyak perihal nan didiskusikan di situ," kata Honi di Kemenko Polkam, Jakarta, Rabu (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Honi mengatakan jika support itu disepakati, operasional penanganannya bakal dikoordinasikan dengan lembaga mengenai berjuntai pada corak bantuannya
Ia menjelaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bakal menangani aspek operasional penanggulangan bencana.
Sementara itu, jika support nan diberikan berupa pesawat alias personel militer, koordinasi akan melibatkan Kementerian Pertahanan.
"Mirip seperti kemarin pada saat kita mendapatkan support dari Jepang," ujar dia.
Honi menyampaikan komunikasi ihwal support dari negara lain memerlukan waktu lantaran terdapat sejumlah perihal nan tetap kudu dibahas.
Ia menyebut pemerintah bakal menyampaikan perkembangan hasil komunikasi dengan Malaysia setelah proses itu melangkah lebih lanjut nantinya.
Karhutla melanda sejumlah wilayah di Indonesia. Sejumlah negara pun telah menawarkan support ke Indonesia mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya adalah negara tetangga Indonesia nan juga terdampak asap karhutla, ialah Malaysia.
Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi menyatakan pihaknya telah menawarkan support untuk mengatasi karhutla Sumatra dan Kalimantan melalui sejumlah jalur diplomatik.
Zahid menyebut telah menawarkan support ketika berjumpa Presiden RI Prabowo Subianto dan perwakilan Wakil Presiden beberapa waktu lalu. Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Nasional Malaysia (Nadma) dan Kementerian Luar Negeri Malaysia juga telah mengirimkan surat kepada pihak mengenai di Indonesia.
Bantuan nan ditawarkan Malaysia dilaporkan berupa satu pesawat pemadam kebakaran, tiga helikopter, serta 52 petugas dan personel. Namun, tawaran tersebut hingga sekarang tetap menunggu respons pemerintah Indonesia.
"Kami berpandangan positif bahwa mungkin mereka tidak memerlukan support kami. Kami tetap optimistis dan berasumsi nan terbaik," kata Zahid dalam konvensi pers usai meluncurkan Bulan Kesiapsiagaan Nasional di Pusat Konvensi Ipoh, Minggu (11/10).
(mnf/gil)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·