Pemerintah Bantah soal Tudingan RI Bantu China Hindari Tarif AS

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Kamis, 20 Agustus 2026 |18:34 WIB

Pemerintah Bantah soal Tudingan RI Bantu China Hindari Tarif AS

Pemerintah Bantah soal Tudingan RI Bantu China Hindari Tarif AS (Foto: Kemenko)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membantah tegas laporan pemerintah Amerika Serikat (AS) nan memasukkan Indonesia ke dalam daftar jaringan pengalihan peralatan (transhipment).

AS menuding praktik tersebut dimanfaatkan oleh eksportir China untuk menghindari ketentuan tarif masuk.

Airlangga menekankan bahwa laporan berjudul The Great Transhipment Scam nan menempatkan Indonesia di golongan Tier 2 berbareng Brasil, Malaysia, Thailand, Turki, dan Vietnam disusun hanya berasas kaji ulang dugaan tanpa konfirmasi.

"Kami katakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Dan kedua, Indonesia ditempatkan di Tier 2, diasumsikan masuk tier 2, di mana merupakan manufaktur terintegrasi dengan China dan ekspornya ke Amerika, terutama untuk produk-produk plastik dan turunannya," ujar Airlangga dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (20/8/2026).

Selain itu, Airlangga meluruskan bahwa area industri pengolahan seperti di Batam dan Bekasi telah berdiri lama sejak era 1990-an dengan kebanyakan kepemilikan oleh perusahaan nasional.

Adapun porsi pasokan bahan baku plastik domestik didukung oleh produsen dalam negeri seperti Chandra Asri dan Lotte Chemical.

"Jadi, tidak betul ini menggunakan transhipment dari negara lain untuk memproses," tegas Airlangga.

Airlangga menambahkan bahwa produk bungkusan (packaging) plastik produksi Indonesia diprioritaskan untuk pemenuhan kebutuhan pasar domestik dan ekspor ke negara-negara tetangga, bukan dikirim ke pasar AS.

"Plastik packaging-nya sebagian besar digunakan sendiri di dalam negeri ataupun diekspor ke sekitaran, tetapi bukan ke Amerika Serikat. Jadi, kita tidak perlu cemas dengan studi. Namun kami juga tegaskan bahwa studi ini merupakan studi nan berasas dugaan alias asumsi. Jadi, apa nan terjadi sebetulnya tidak seperti apa nan mereka asumsikan," ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com