Pemerintah Bakal Luncurkan Aspal Merah Putih untuk Cegah Tarif Tol Naik

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Pekerja mengoperasikan perangkat berat saat meratakan material aspal di Jalan Z.A Sugiarto, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, Selasa (21/4/2026). Foto: Andry Denisah/ANTARA FOTO

Pemerintah bakal meluncurkan produk aspal nan disebut Aspal Merah Putih sebagai upaya menekan biaya pembangunan jalan tol. Rencananya dilakukan setelah peringatan 17 Agustus.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan Aspal Merah Putih merupakan campuran aspal produksi Pertamina dengan asbuton alias aspal alam nan berasal dari Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Pengembangan produk tersebut juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap aspal impor. Namun, penggunaan asbuton tetap kudu mempertimbangkan biaya agar tidak membikin pembangunan prasarana menjadi lebih mahal.

"Beberapa hari lagi kita bakal meluncurkan Aspal Merah Putih. Aspal Merah Putih itu asbuton, tapi aspalnya Pertamina kita kombinasi dengan aspal Buton. Ini bocoran sedikit kelak mungkin setelah 17 Agustus lah kita launch," kata Dody usai agenda Focus Group Discussion Asosiasi Jalan Tol Indonesia di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Rabu (12/8)

Menteri PU Doddy Hanggodo hadiri istighosah untuk agar banjir rob segera teratasi. Foto: Pemprov Jateng

Menurutnya, nilai aspal nan digunakan dalam pembangunan maupun pemeliharaan prasarana kudu tetap memperhatikan aspek keekonomian. Pemerintah tidak mau kebijakan penggunaan asbuton justru membikin biaya produksi meningkat dan pada akhirnya berakibat terhadap tarif nan kudu dibayar masyarakat.

"Kalaupun kita menggunakan aspal Buton dengan beragam macam alasan, impor kemudian argumen teknis dan seterusnya, dari sisi ekonomisnya kudu masuk agar tarifnya untuk masyarakat tidak perlu nambah," ujarnya.

Berharap Bisa Tekan Kenaikan Tarif Tol

Ia menargetkan nilai Aspal Merah Putih setidaknya dapat menyamai nilai aspal nan digunakan saat ini. Bahkan, pemerintah berambisi nilai produk tersebut bisa lebih rendah sehingga biaya nan dikeluarkan badan upaya jalan tol (BUJT) maupun pemerintah dapat ditekan.

Selain untuk menekan biaya pembangunan jalan tol, penggunaan Aspal Merah Putih juga ditujukan untuk mengurangi beban APBN. Menurut Dody, aspal tidak hanya digunakan untuk jalan tol, tetapi juga untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional nan menggunakan anggaran negara.

"Aspal ini kan kita pakai di mana-mana kan ya jalan tol, jalan nasional kita juga pakai. Kalau misalnya aspal ini ketinggian, kelak APBN saya jebol jadi masalah baru, besar bagi saya," tegasnya.

Dody menyebut nilai aspal berbasis asbuton berpotensi turun sekitar 10 hingga 20 persen. Namun, nomor tersebut tetap menjadi sasaran dan belum merupakan nilai final lantaran nantinya bakal ditentukan melalui sistem upaya antara penyedia dan pengguna.

"Harapannya turun sedikit lah. Ini bisa turun 10-20 persen, tapi belum," ujarnya.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan