Ilustrasi(Dok Istimewa)
PT DIRUI Medical Indonesia berbareng Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS PatKLIn) Cabang Makassar menggelar seminar ilmiah berjudul "Advancing Clinical Laboratory Excellence through Integrated Diagnostic Solutions". Kegiatan dengan subtema "Optimizing Chemistry, Hematology, and Urinalysis for Better Clinical Decision-Making" tersebut berjalan di Hotel Claro Makassar, Sabtu (22/8).
Seminar ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan terbaru dalam pemeriksaan kimia klinik, hematologi, dan urinalisis. Selain itu, aktivitas tersebut mempertemukan industri perangkat kesehatan, organisasi profesi, serta para praktisi laboratorium untuk memperkuat kerjasama dalam meningkatkan kualitas jasa diagnostik.
Rangkaian seminar dikemas dalam format simposium ilmiah nan menghadirkan tiga sesi pemaparan dari para ahli. Materi mengenai Optimizing Clinical Chemistry for Better Clinical Decision-Making disampaikan Dr. Fuad. Selanjutnya, Dr. Mansyur Arif membawakan materi Advances in Hematology Diagnostics, sementara Dr. Ferddy memaparkan Optimizing Urinalysis in Routine Clinical Practice.
Dalam pemaparannya, Mansyur Arif menyoroti tantangan pemeriksaan hematologi, salah satunya berangkaian dengan keterbatasan anggaran rumah sakit, terutama akomodasi kesehatan nan dikelola pemerintah.
Menurutnya, support terhadap pengadaan peralatan medis modern perlu diperkuat agar rumah sakit bisa memberikan hasil pemeriksaan dan pemeriksaan nan lebih akurat. Hal tersebut semakin krusial dalam menangani kasus-kasus kompleks, termasuk beragam kelainan darah.
"Sekarang tanpa alat, susah. Semua, bukan hanya kedokteran laboratorium, alat-alat lain juga di meja operasi, di ruang operasi misalnya, itu kan sangat tergantung dari alat-alat," kata Mansyur.
Di sisi lain, Mansyur menilai perkembangan akomodasi diagnostik di rumah sakit swasta saat ini cukup pesat. Kondisi tersebut tidak terlepas dari kerja sama dengan penyedia peralatan kesehatan, baik dari dalam maupun luar negeri.
"Oleh lantaran itu, rumah sakit-rumah sakit swasta itu kan luar biasa, nan punya jaringan-jaringan nasional, jaringan internasional berkembang luar biasa lantaran mereka sudah punya platform standar alat," ucapnya.
Sementara itu, Direktur DIRUI Medical Indonesia, Lydia Lee mengatakan bahwa seminar tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan penelitian dan pengembangan alias research and development (R&D) di bagian kimia klinik.
Ia menilai perkembangan teknologi diagnostik memerlukan penemuan nan dilakukan secara berkelanjutan. Selain memperkenalkan perkembangan teknologi, aktivitas tersebut juga dapat menjadi sarana penyegaran pengetahuan bagi para peserta.
"Kita kudu improvisasi terhadap R&D kita. Sekaligus menjadi refresh training untuk peserta," ujar Lydia.
Lydia menambahkan, kesiapan peralatan kesehatan modern merupakan salah satu aspek krusial dalam mendukung pelayanan diagnostik nan optimal. Karena itu, seminar tersebut turut dimanfaatkan untuk memperkenalkan beragam penemuan teknologi nan dapat menunjang proses pemeriksaan penyakit, terutama pada pemeriksaan laboratorium.
"Sebenernya ini juga seputar after sales sih. Bagaimana perangkat canggih mendorong pemeriksaan kesehatan nan jauh lebih baik," lanjutnya.
Ia mengatakan DIRUI terus berupaya menghadirkan solusi pemeriksaan laboratorium nan inovatif dan sesuai dengan kebutuhan akomodasi kesehatan di Indonesia. Tidak hanya dari sisi teknologi, perusahaan juga menekankan pentingnya kesinambungan pasokan produk serta support jasa purnajual.
"Kami juga berkomitmen untuk menjamin pasokan produk nan stabil serta support purnajual nan tepat waktu, guna membantu laboratorium lokal meningkatkan efisiensi dan memberikan jasa perawatan pasien nan lebih baik," tuturnya.
Melalui seminar tersebut, DIRUI dan PDS PatKLIn Cabang Makassar berambisi peningkatan kapabilitas tenaga laboratorium klinik dapat melangkah secara berkelanjutan. Kolaborasi antara organisasi profesi, praktisi, dan industri perangkat kesehatan juga diharapkan bisa berkontribusi terhadap peningkatan mutu jasa laboratorium klinik, khususnya di Sulawesi Selatan dan Indonesia secara lebih luas. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·