Pembayaran Digital Terbukti Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pembayaran Digital Terbukti Dorong Inklusi Keuangan dan Pertumbuhan UMKM ilustrasi(Antara)

Transformasi digital di sektor finansial terus mengubah langkah masyarakat bertransaksi. Pembayaran nontunai sekarang semakin menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, didorong oleh kemudahan penggunaan, efisiensi, serta meningkatnya akses terhadap jasa finansial digital.

Di sisi lain, perkembangan sistem pembayaran digital juga berkontribusi terhadap ekspansi inklusi keuangan, khususnya bagi pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) nan memerlukan akses transaksi nan lebih mudah dan terjangkau.

Bank Indonesia mencatat tren penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terus meningkat. Hingga April 2026, transaksi QRIS tumbuh 108,43% secara tahunan (year on year/yoy). Jumlah pengguna QRIS telah mencapai sekitar 63 juta orang, sementara jumlah merchant telah melampaui 45 juta, nan kebanyakan berasal dari kalangan UMKM.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran pembayaran digital dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku upaya di beragam daerah.

Di tengah perkembangan tersebut, GoPay meraih penghargaan Digiwara Awards 2026 sebagai Penyedia Jasa Pembayaran (PJP) terbaik dalam program ekspansi QRIS kategori nonbank. Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian Digiwara Festival 2026 nan diselenggarakan pada 22-24 Mei 2026. Pengakuan tersebut diberikan atas capaian GoPay dalam memperoleh pangsa transaksi QRIS terbesar di wilayah Banten sepanjang 2025 dibandingkan penyedia jasa finansial lainnya.

Digiwara Festival sendiri merupakan agenda tahunan nan diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah sekaligus mendorong percepatan transformasi digital di wilayah tersebut.

Head of GoPay Wallet, Kelvin Timotius, menyampaikan apresiasi atas penghargaan nan diterima dan mengucapkan terima kasih kepada pengguna nan telah memanfaatkan jasa pembayaran digital melalui GoPay.

“Kami berterima kasih dan berterima kasih kepada Bank Indonesia atas penghargaan nan diterima. Terima kasih juga kami sampaikan kepada pengguna nan mempercayakan GoPay sebagai penyedia jasa pembayaran dalam bertransaksi menggunakan QRIS,” ujarnya dikutip dari siaran pers nan diterima, Kamis (4/6).

Menurut Kelvin, penghargaan tersebut menjadi salah satu parameter meningkatnya penerimaan masyarakat terhadap jasa pembayaran digital nan praktis dan mudah diakses.

“Momen ini menjadi menjadi bukti konsistensi GoPay dalam memperluas jasa transaksi finansial digital kepada masyarakat melalui aplikasi berukuran ringan, nan mudah dan kondusif digunakan oleh seluruh kalangan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa aplikasi GoPay dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan transaksi finansial sehari-hari, termasuk pembayaran melalui QRIS nan sekarang semakin banyak digunakan oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

Kelvin menambahkan meningkatnya penggunaan transaksi non-tunai menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus mengembangkan penemuan jasa pembayaran digital nan kondusif dan mudah digunakan.

“Masyarakat sekarang semakin mengandalkan transaksi non-tunai, maka dari itu kami berkomitmen untuk menghadirkan penemuan jasa pembayaran digital untuk segala kebutuhan melalui aplikasi GoPay. Kami juga berambisi penemuan ini turut menjadi langkah support bagi Bank Indonesia dalam mendorong digitalisasi pembayaran,” ujarnya.

Perkembangan QRIS dalam beberapa tahun terakhir dinilai menjadi salah satu aspek krusial dalam mempercepat digitalisasi sistem pembayaran nasional. Selain mempermudah transaksi konsumen, penggunaan QRIS juga membantu pelaku UMKM memperoleh akses ke sistem pembayaran digital tanpa memerlukan investasi teknologi nan besar. Dengan jumlah pengguna dan merchant nan terus bertambah, pembayaran digital diperkirakan bakal semakin berkedudukan dalam mendorong efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pada masa mendatang. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia