Pembangunan Hunian TOD Manggarai Dimulai, 3.784 Unit Target Rampung 18 Bulan

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Suasana pembangunan rumah susun terintegrasi dengan sarana transportasi alias Transit Oriented Development (TOD) di samping Stasiun Kereta Api (KA) Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Pembangunan kediaman vertikal terjangkau bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di area Transit Oriented Development (TOD) Manggarai, Jakarta, resmi dimulai. Proyek nan dikembangkan di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI tersebut ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan pembangunan kediaman di area Manggarai merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan aset perkeretaapian agar memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat.

"Groundbreaking hari ini bukan semata-mata dimulainya sebuah pekerjaan fisik. Momentum ini merupakan penegasan bahwa aset perkeretaapian nan strategis dapat dioptimalkan secara bertanggung jawab untuk memberikan faedah nan lebih luas bagi masyarakat," kata Bobby dalam aktivitas groundbreaking pembangunan kediaman di Manggarai, Jumat (21/8).

Bobby mengatakan pembangunan tersebut juga menjadi bagian dari support terhadap program pemerintah 3 Juta Rumah Rakyat. Menurutnya penyediaan kediaman dalam program ini mengedepankan tiga prinsip, ialah layak, terjangkau, dan berkelanjutan.

Hunian nan dibangun kudu memenuhi standar keselamatan, kualitas, kenyamanan, dan fungsi. Dari sisi keterjangkauan, kediaman diarahkan mengikuti kebijakan dan skema pemerintah bagi golongan masyarakat sasaran. Sementara aspek keberlanjutan diwujudkan melalui pemanfaatan lahan nan efisien, konektivitas kawasan, kepatuhan terhadap lingkungan, serta pengelolaan jangka panjang.

Adapun proyek kediaman di TOD Manggarai bakal dibangun di dua blok, ialah Blok G dan Blok F, dengan total luas lahan sekitar 2,2 hektar.

Di Blok G, pembangunan mencakup lahan sekitar 7.000 meter persegi dan bakal terdiri dari tiga tower dengan total 1.276 unit hunian. Tower A mempunyai 352 unit, tower B sebanyak 418 unit, dan tower C sebanyak 506 unit.

Sementara itu, Blok F mempunyai luas sekitar 1,5 hektare dan bakal dibangun 5 tower dengan total 2.508 unit. Rinciannya, tower 1 dan tower 2 masing-masing mempunyai 572 unit, tower 3 sebanyak 528 unit, tower 4 sebanyak 308 unit, dan tower 5 sebanyak 528 unit.

Secara keseluruhan, proyek tersebut bakal menyediakan 3.784 unit kediaman vertikal dengan masing masing tower dibangun 24 lantai. Selain hunian, area ini juga bakal dilengkapi 150 unit ruang ritel pendukung, terdiri dari 72 unit di Blok G dan 78 unit di Blok F.

Tipe kediaman nan tersedia juga beragam. Blok G bakal menyediakan unit studio berukuran 28 meter persegi, jenis 36 dengan dua bilik tidur, serta jenis 45 dengan dua bilik tidur. Sementara Blok F bakal menyediakan jenis 36 dan 45 dengan dua bilik tidur serta jenis 52 dengan tiga bilik tidur.

Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan penyediaan kediaman nan layak dan terjangkau tetap menjadi salah satu tantangan besar di Indonesia. Menurutnya, pembangunan kediaman vertikal di pusat Jakarta menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan tersebut.

"Ini nan pertama nan jadi vertikal, nan kita berbesar hati kelak 24 lantai di pusat ibu kota Jakarta. Saya kira ini suatu prestasi luar biasa," ujar Hashim.

Namun, Hashim menekankan pembangunan tidak boleh berakhir setelah proyek selesai. Ia mengingatkan pentingnya memastikan kualitas dan pemeliharaan gedung dalam jangka panjang.

Menurut dia, pemeliharaan tetap menjadi salah satu tantangan nan perlu diperhatikan dalam pembangunan prasarana di Indonesia. Ia berambisi kediaman nan dibangun di Manggarai tetap terawat dan dalam kondisi baik hingga bertahun-tahun ke depan.

"Mungkin kelak kudu ada satu badan alias entitas nan dibentuk untuk mengelola kepentingan bersama,” katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan