Pemantauan Hewan Kurban Kota Yogyakarta Diperketat

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Pemantauan Hewan Kurban Kota Yogyakarta Diperketat Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMANTAUAN kesehatan hewan kurban di Kota Yogyakarta diperketat. Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sri Panggarti mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan sekitar 50 kali pemantauan, nan 29 di antaranya merupakan pasar tiban. Dari hasil pemantauan tersebut, pihaknya mencatat sebanyak 1.718 ekor hewan telah diperiksa, terdiri dari 127 sapi, 1.432 domba dan 159 kambing.

"Kita berbareng tim melaksanakan pemantauan di pasar tiban untuk hewan-hewan nan diperjualbelikan untuk persiapan Hari Raya Idul Adha. Alhamdulillah sekarang semua semakin sadar, memasukkan hewan pasti dipilih nan sehat,” papar dia dalam siaran pers, Minggu (24/5).

Menurut Sri Panggarti, baik pedagang maupun pembeli sekarang sudah memahami ciri-ciri hewan sehat serta persyaratan hewan nan layak dijadikan kurban. Apabila ditemukan hewan sakit saat pemeriksaan, tim dari DPP Kota Yogyakarta juga membawa persediaan obat untuk penanganan awal.

Pemantauan dilakukan di beberapa letak diantaranya  PPHQ Siliran Lor dan PPHQ Siliran Kidul.

Kalau ada keluhan alias ditemukan sakit ringan, pihaknya bakal  membantu pengobatan. Kalau penyakitnya kudu ditangani lebih serius, pihaknya bakal mengarahkan ke poliklinik. 

"Alhamdulillah sampai saat ini semuanya sehat,” ungkap dia.

Ia menjelaskan ciri-ciri kambing sehat di antaranya mempunyai mata jernih, aktivitas lincah, nafsu makan baik, kotoran normal serta area mulut dan hidung bersih tanpa leleran. Selain itu, cermin hidung hewan juga kudu dalam kondisi lembab alias basah.

Pihaknya juga mengimbau pedagang pasar tiban untuk mengurus izin berdagang serta memastikan hewan nan dijual mempunyai Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari wilayah asal. “Yang paling sederhana untuk mengetahui hewan sehat alias tidak adalah meminta SKKHH dari wilayah asal,” papar dia. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia