Pemain: Aljazair Tunjukkan Mentalitas Kuat saat Bangkit Tekuk Yordania di Piala Dunia 2026

Sedang Trending 1 jam yang lalu
 Aljazair Tunjukkan Mentalitas Kuat saat Bangkit Tekuk Yordania di Piala Dunia 2026 Hasil pertandingan Yordania vs Aljazair(Google)

TIM nasional (timnas) Aljazair menjaga kesempatan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026 setelah bangkit mengalahkan Yordania 2-1 sekaligus memastikan debutan turnamen itu tersingkir lebih cepat. Tim berjuluk Serigala Gurun tersebut membalikkan keadaan untuk menundukkan Yordania pada laga Grup J Piala Dunia 2026, Selasa (23/6).

Kemenangan krusial itu diraih lewat gol babak kedua dari Nadhir Benbouali dan Amine Gouiri. Hasil tersebut menghidupkan kembali langkah Aljazair setelah sebelumnya tak berkutik dan kalah 0-3 dari Argentina pada laga pembuka.

"Saya tidak tahu apakah kami sudah menunjukkan wajah kami nan sebenarnya, tetapi kami bermain lebih baik dibanding melawan Argentina," kata penyerang Aljazair, Amine Gouiri dikutip dari Asharq Al Awsat. "Kami kebobolan, tetapi kami punya ketahanan mental dan perlahan terus berkembang, dan pertandingan ini bakal sangat baik untuk kami," imbuhnya.

Tambahan tiga poin membikin Aljazair menyamai koleksi poin Austria dengan tiga nomor di Grup J. Pada saat nan sama, juara memperkuat Argentina memastikan lolos ke putaran berikutnya sebagai juara grup setelah menang 2-0 atas Austria.

Di kubu Yordania, kiper Yazeed Abu Laila tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya seusai pertandingan. "Gol nan kami terima sebenarnya bukan lantaran strategi alias perihal seperti itu. Kami mengendalikan pertandingan, tetapi kami menyia-nyiakan peluang," ujarnya. "Sebagai pemain, kami kudu memandang perincian dan bertanggung jawab. Kami menyalahkan diri sendiri dan meminta maaf kepada para suporter," imbuhnya.

Pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, kembali memasukkan Riyad Mahrez ke susunan pemain utama setelah mencadangkannya saat melawan Argentina. Pemain senior itu tampil berpengaruh menghadapi pertahanan rapat Yordania. Mahrez sempat memperoleh dua kesempatan pada babak pertama.Umpan lambung Hicham Boudaoui kandas dia manfaatkan setelah kehilangan kontrol bola. Pada kesempatan berikutnya, tendangan cungkil Mahrez saat berhadapan dengan Abu Laila tetap bisa ditepis.

Yordania justru unggul lebih dulu pada menit ke-36. Berawal dari kehilangan bola gelandang Aljazair, Ramiz Zerrouki, di area pertahanan, tembakan Mousa Al-Tamari berubah arah ke Nizar Al-Rashdan nan langsung melepaskan penyelesaian ke perspektif kanan bawah gawang.

Memasuki babak kedua, Petkovic memasukkan Nabil Bentaleb dan Benbouali demi meningkatkan intensitas permainan Aljazair. Strategi itu membuahkan hasil. Benbouali akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-69.

Berada di tengah kepungan pemain Yordania, dia menyambut sepak pojok Mahrez dengan sundulan nan bersarang ke perspektif gawang. Gol tersebut sempat melalui pemeriksaan VAR sebelum akhirnya disahkan.

Delapan menit menjelang waktu normal berakhir, Aljazair berbalik unggul. Sepak pojok pemain pengganti, Anis Hadj Moussa, sempat mengenai Al-Rashdan sebelum dimanfaatkan Gouiri untuk mencetak gol penentu kemenangan.

Kemenangan ini membuka jalan bagi duel Aljazair melawan Austria pada laga terakhir grup, mengulang pertemuan nan menyimpan memori lama sejak peristiwa kontroversial di Piala Dunia 1982.

Saat itu, Austria dan Jerman Barat memainkan laga fase grup nan membikin keduanya lolos dan memunculkan tuduhan kolusi sehingga Aljazair tersingkir. Kedua tim membantah tuduhan tersebut dan FIFA menyatakan tidak ada pelanggaran.

Aljazair bakal menghadapi Austria di Kansas City pada Sabtu mendatang, sementara Yordania menutup fase grup dengan melawan Argentina nan sejauh ini mencetak lima gol melalui Lionel Messi. (Ndf/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia